Tiga BUMN tanda tangani MoU pengembangan Kawasan Industri Batang

Tiga BUMN tanda tangani MoU pengembangan Kawasan Industri Batang

Para direksi BUMN, yaitu PT PP, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan PT Perkebunan Nusantara IX usai menandatangani MoU pengembangan Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. ANTARA/HO-PT PP (Persero).

Jakarta (ANTARA) - Tiga BUMN yakni PT PP, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan PT Perkebunan Nusantara IX menandatangani MoU pengembangan Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah, sebagai upaya pemerintah dalam memudahkan investor untuk menanamkan modal di Indonesia yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Dengan dibukanya Kawasan Industri Batang maka akan memudahkan pergerakan logistik dengan waktu tempuh 50 menit dari kawasan industri menuju Pelabuhan Tanjung Mas di Semarang. Kawasan tersebut berpotensial menyerap sekitar 130.000 lapangan pekerjaan baru di tahap 1 ini dan perseroan selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan perekonomian Indonesia," kata Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo turut hadir mengunjungi Kawasan Industri Batang didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Novel menjelaskan kawasan Industri Batang yang terletak di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah memiliki total luasan lahan yang akan dikembangkan sekitar 4.300 hektare di mana dalam tahap 1 ini akan dikembangkan lahan seluas 450 hektare.

Kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa akan mengusung konsep The Smart & Sustainable Industrial Estate.

Konsep Smart tersebut memiliki tiga Basic Principles (Smart Society, Smart Environment & Infrastructure serta Smart Economy) dan dua Design Intervention (Smart Experience and Smart Planning).

Dalam pengembangan Kawasan Industri Batang ini akan dibagi menjadi tiga zonasi, yaitu Zona Industri Ringan dan Sedang, Zona Inovasi dan Ekonomi Kreatif, serta Zona Manufaktur dan Logistik. Kawasan Industri Batang direncanakan akan memiliki fasilitas sarana olahraga, command center, pemadam kebakaran, sarana peribadatan dan rumah sakit.

Selain itu, kawasan ini juga memiliki visi untuk mempromosikan ekonomi kreatif, industri, teknologi informasi serta ruang berinovasi bagi masyarakat. Kawasan Industri Batang direncanakan akan memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH), ruang interaksi dan ramah pejalan kaki.

Kawasan itu memiliki konsep perencanaan dengan pendekatan desain dari sebelumnya Kota Industri Konvensial dengan konsep zonasi guna lahan menjadi Kota Industri Baru dengan mempromosikan fungsi campuran dan kemudahan berjalan kaki.

Kawasan Industri Batang memiliki beberapa keunggulan, antara lain terletak di sisi utara Tol Trans Jawa dimana dapat mempermudah akses ke Kawasan Industri, dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi Dry Port, berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa dan akan dibuat Transit Oriented Department oleh Pemerintah Kabupaten Batang.

Selain itu, Kawasan Industri Batang memiliki lokasi yang strategis dimana dapat ditempuh dengan waktu 4 jam dari Jakarta, 1 jam dari Semarang, berjarak 50 kilometer dari Bandara Ahmad Yani dan 65 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Mas.

“Kita lebih menata dari konsep bisnisnya kemudian desainnya dan bagaimana hal tersebut dapat menarik minat investor. Kita harus membuat diferensiasi dengan area industri yang lain karena area industri disini dan Indonesia cukup banyak sehingga harus menarik investor asing supaya mereka tidak pindah ke negara lain karena Indonesia punya kelebihan,” kata Novel.

Baca juga: Bahlil: investor tak perlu beli lahan di kawasan industri Batang

Baca juga: Batang sediakan lahan kawasan industri di 5 kecamatan

Baca juga: Kementerian Agraria nilai Batang penuhi kriteria kawasan industri
Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020