Jepang mungkin terapkan kembali status darurat bila kondisi memburuk

Jepang mungkin terapkan kembali status darurat bila kondisi memburuk

Warga memakai masker pelindung terlihat saat waktu perjalanan di Penyebrangan Shibuya di Shibuya Ward, Tokyo, Kamis (25/6/2020), di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut akan COVID-19 baru. Pemerintah Jepang mencabut permintaan untuk tidak bepergian menyebrangi perbatasan prefektural untuk hal yang kurang penting pada tanggal 19 Juni 2020. . ANTARA FOTO/REUTERS/The Yomiuri Shimbun/Ryohei Moriya/nz/cfo

Tokyo (ANTARA) - Jepang sekarang tidak dalam situasi di mana pemerintah perlu mendeklarasikan kembali status keadaan darurat terkait virus corona baru, tetapi dapat melakukannya dalam skenario terburuk, kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga pada Rabu.

Ibukota Jepang, Tokyo, telah berusaha untuk menjaga kasus baru COVID-19 tetap di bawah 20 per hari sejak Jepang menghapus status keadaan darurat pada 25 Mei.

Namun, Tokyo selama lima hari berturut-turut telah memiliki lebih dari 50 kasus baru COVID-19 pada Selasa, di mana 54 kasus baru COVID-19 dilaporkan.

Akan tetapi, Tokyo bersama dengan daerah lainnya di Jepang memiliki tingkat infeksi COVID-19 yang lebih rendah daripada banyak negara lain.

Jepang mempunyai hampir 19.000 orang didiagnosa terjangkit COVID-19, dengan 974 kematian.

Sebaliknya, Amerika Serikat melaporkan kasus infeksi baru corona yang meningkat lebih dari 47.000 hanya dalam satu hari pada Selasa, yakni lonjakan kasus harian terbesar sejak dimulainya pandemi COVID-19.

Sumber: Reuters

Baca juga: Jepang cabut pembatasan perjalanan untuk bangkitkan ekonomi
Baca juga: Menlu: Jepang belum putuskan pelonggaran larangan masuk
Baca juga: Penumpang kereta di Tokyo bisa pantau kondisi gerbong lewat aplikasi
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020