Nasihin Masha gantikan Teguh Santosa di Dewan Kehormatan PWI

Nasihin Masha gantikan Teguh Santosa di Dewan Kehormatan PWI

Rapat Dewan Kehormatan PWI secara "online", sekaligus penetapan Nasihin Masha sebagai anggota DK Kehormatan menggantikan Teguh Santosa, Rabu (1/7). (HO-Dok PWI)

Jakarta (ANTARA) - Nasihin Masha, wartawan senior dan mantan Pemimpin Redaksi Harian Republika, Rabu, ditetapkan sebagai anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggantikan Teguh Santosa.

Teguh mengundurkan diri setelah terpilih sebagai Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI ).

"Pengunduran diri Teguh diterima kemudian kami memutuskan penggantinya adalah Nasihin Masha," kata Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Ilham Bintang yang memimpin rapat via "online", dalam penyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: PWI: Pemberitaan tentang COVID-19 harus mencerahkan dan menenangkan

Rapat tersebut diikuti oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari dan Sekretaris Dewan Kehormatan (DK) PWI Sasongko Tedjo, serta Asro Kamal Rokan, Teguh Santosa, Tri Agung Kristanto, dan Rossiana Silalahi selaku anggota.

Dalam rapat tersebut, Ilham Bintang melaporkan hasil diskusi DK PWI sebelumnya yang mengemukakan keprihatinan mendalam atas maraknya pelanggaran kode etik yang dilakukan wartawan dalam menulis berita.

"Bahkan, termasuk dari media-media 'mainstream' yang besar," katanya.

Baca juga: LKBN Antara tes cepat 100 anggota Dewan Pers-PWI cegah COVID-19

Ia menyatakan DK PWI akan segera mengadakan sosialisasi kode etik dan kode perilaku wartawan melalui webinar.

"Ini termasuk tugas anggota baru Nasihin Masha," kata Ilham.

Anggota DK PWI yang baru Nasihin Masha langsung bergabung di "zoom meeting" tersebut dan menyatakan kesediaannya.

"Saya merasa mendapatkan kehormatan besar," kata Nasihin.

Baca juga: PWI: Wartawan jangan meliput tanpa protokol kesehatan

Sementara itu, Ketua Umum PWI Atal S Depari menaruh harapan besar pada DK PWI yang akan berperan penting dalam membangun ekosistem pers nasional yang sehat baik secara korporasi maupun ditegakkannya kode etik jurnalistik.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020