Tes cepat BIN di Pamulang, 10 orang reaktif COVID-19

Tes cepat BIN di Pamulang, 10 orang reaktif COVID-19

Pelaksanaan tes cepat massal COVID-19 yang digelar BIN di Pamulang, Banten, Kamis (2/7/2020). (HO-Dok BIN)

Jakarta (ANTARA) - Badan Intelijen Negara (BIN) menemukan sebanyak 10 orang reaktif COVID-19 pada penyelenggaraan tes cepat massal di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis.

Ketua Pelaksana Harian Sub Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 BIN Brigjen TNI Irwan Mulyana melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis, mengatakan tes cepat tersebut diselenggarakan secara gratis untuk masyarakat umum.

Sejak dibuka pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.00 WIB, kata dia, tercatat sebanyak 490 orang menjadi peserta tes cepat massal COVID-19.

Dari jumlah tersebut, 10 orang dinyatakan reaktif dan mereka langsung ditangani untuk mengikuti tes usap (swab test) atau Policymer Chain Reaction (PCR) test.

Baca juga: BIN luncurkan akun resmi di media sosial
Baca juga: Tiga hari tes cepat di Bandung, BIN temukan 8 positif COVID-19
Baca juga: BIN gelar "rapid test" di Bandung bantu tekan penularan COVID-19
Baca juga: 92.964 warga Surabaya telah jalani tes cepat COVID-19 gratis


Tes massal COVID-19 tersebut merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Pemilihan lokasi di Kecamatan Pamulang, tepatnya di Jalan Surya Kencana merupakan koordinasi antara BIN, Gugus Tugas Percepatan Penangangan COVID-19, dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan karena masuk dalam zona rawan penyebaran COVID-19.

"Sepuluh orang reaktif langsung kami uji swab test dengan dua unit mobile lab yang kita sediakan di lokasi untuk memastikan apakah positif atau negatif COVID-19," kata Irwan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni mengapresiasi kegiatan tes cepat, sebab Pamulang memang menjadi kawasan zona merah penyebaran COVID-19.

"Alhamdulillah kami hari ini mendapat bantuan 'rapid test' dan 'PCR' test. Karena Pamulang ini masuk dalam zona merah. Terima kasih kepada BIN, ini sangat membantu," katanya.

Dengan adanya tes cepat tersebut, Pemkot Tangsel dapat melakukan pelacakan dan peneleusuran lebih cepat, karena data yang didapat BIN dengan tes cepat dan tes usap dianggap bisa memudahkan pemkot untuk melacak kontak terhadap pasien yang positif COVID-19.

"Alhamdulilah tren di Tangerang Selatan melandai terus dan mudah-mudahan tidak naik seperti pada bulan Maret dan April lalu. Mungkin dengan adanya ini dapat mempercepat data kita untuk melakukan tes usap," ujarnya.

Dalam tes cepat dan tes usap tersebut, BIN mengerahkan 40 tenaga medis profesional dari Medical of Intelligence, serta menyediakan dua unit mobile laboratorium untuk memfasilitasi warga yang menunjukkan hasil reaktif usai mengikuti tes cepat yang menargetkan diikuti 1.000 orang peserta tersebut.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020