Tinjau keramba di Bintan, Luhut - Edhy dorong peningkatan ekspor ikan

Tinjau keramba di Bintan, Luhut - Edhy dorong peningkatan ekspor ikan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (kiri) dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kanan). ANTARA/HO-Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada Kamis (2/7), meninjau keramba-keramba di Bintan, Kepulauan Riau, guna mendorong peningkatan ekspor ikan.

"Di selatan Batam akan kami buat keramba-keramba ikan berkualitas tinggi, sehingga bisa terus meningkatkan ekspor kita yang sekarang naik sekitar 10 persen, ya kalau bisa jadi 100 persen," kata Luhut di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, menurut Menteri Edhy, Batam memiliki potensi budidaya ikan yang sangat besar. Oleh karena itu, potensi tersebut harus dioptimalkan.

"Tidak perlu tempat besar dan kita bisa memproduksi berapa saja pun bisa. Seperti bawal, kerapu lobster adalah ikan-ikan yang bisa kita budidayakan sendiri dan permintaannya dari Singapura cukup besar. Yang kita butuhkan sekarang adalah memperbesar jumlah masyarakat yang melakukan budidayanya. Kita harus manfaatkan potensi ini dan pasar yang ada di depan mata," kata Edhy.

Edhy menambahkan jika dana APBN terbatas, maka para petani budidaya bisa memanfaatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp159 triliun yang belum terserap seluruhnya.

KKP, lanjut dia, juga punya dana Badan Layanan Umum (BLU) yang bisa digunakan untuk usaha modal kelautan dan perikanan.

"KKP pun punya dana Badan Layanan Umum (BLU) untuk usaha modal kelautan dan perikanan yang besarnya Rp1,3 triliun dengan bunga yang hanya 3 persen. Saya berharap ini bisa kita jalankan dengan bantuan Pak Menko," ujarnya.

Sebelumnya, KKP bersama-sama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah bersinergi dalam melancarkan distribusi ekspor sejumlah komoditas perikanan.

"KKP melalui koordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 juga telah memberikan kelancaran distribusi yang diperlukan oleh para pelaku usaha," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto.

Menurut dia, hal tersebut contohnya dalam menyerap hasil panen ikan kerapu dan memenuhi permintaan negara tujuan ekspor. Selain itu, KKP memberikan kemudahan prosedur permohonan izin kapal pengangkut ikan hidup.

Ia mengemukakan aktivitas ekspor ikan kerapu hidup, terutama hasil budidaya yang terus meningkat membuat pembudidaya bersemangat untuk memacu hasil produksi guna memenuhi kebutuhan ekspor.

Dirjen Perikanan Budidaya juga meyakinkan bahwa KKP tidak pernah berhenti untuk memberikan dukungan kepada pelaku usaha perikanan baik selama masa pembatasan sosial berskala besar maupun dalam menghadapi era baru tatanan kehidupan normal baru.

Baca juga: KKP dorong semakin banyak perusahaan ekspor ikan kerapu
Baca juga: Perkuat pengawasan ekspor-impor, KKP latih polisi khusus karantina
Baca juga: KKP-Gugus Tugas COVID-19 bersinergi lancarkan ekspor perikanan

 
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020