Kemensos gandeng BNN perkuat rehabilitasi napza

Kemensos gandeng BNN perkuat rehabilitasi napza

Menteri Sosial Juliari P Batubara (kiri) memberikan keterangan kepada pers usai meninjau Pusat Rehabilitasi Narkoba BNN di Lido, Jumat (3/7/2020) (ANTARA/Desi Purnamawati)

Lido, Jabar (ANTARA) - Kementerian Sosial menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat rehabilitasi korban penyalahgunaan napza sebagai upaya bersama memerangi napza.

"Saya sudah minta Direktorat Rehsos untuk memperkuat MoU dengan BNN bukan hanya dalam rehabilitasi tapi juga pemberdayaan," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara di Pusat Rehabilitasi Narkoba BNN di Lido, Jumat.

Baca juga: Kepala BNN dan Mensos musnahkan barang bukti narkotika

Dia mengatakan, setelah direhabilitasi, korban penyalahgunaan narkoba kembali ke masyarakat dan perlu diberdayakan agar mereka tidak kembali terjerumus ke narkotika.

"Pemberdayaan saudara-saudara kita yang kembali ke masyarakat, Kemensos juga berkepentingan supaya mereka tidak terjerumus lagi dalam narkoba," katanya.

Mensos mengatakan, Kementerian Sosial memiliki lima balai rehabilitasi sosial napza di yang fungsinya sama seperti di Pusat Rehabilitasi Narkoba milik BNN.

Selain itu, Kemensos juga mengeluarkan miliki 170 Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di sejumlah daerah.

"Kami akan belajar banyak dari BNN dalam melakukan kualitas SDM," tambah Mensos.

Sebelumnya Mensos meninjau Pusat Rehabilitasi Narkoba BNN di Lido dan melihat berbagai sarana serta prasarana yang tersedia.

Didampingi Kepala BNN Heru Winarto, Mensos berkeliling fasilitas yang ada di lahan seluas 11 hektare tersebut.***3***

Baca juga: Mensos: Butuh Rp1,3 triliun untuk verifikasi dan validasi DTKS
Baca juga: Mensos sebut 92 kabupaten/kota tidak pernah perbarui DTKS sejak 2015
Baca juga: Mensos ingatkan jangan bawa atribut PKH dalam Pilkada
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020