Kemenkeu: Anggaran kesehatan Rp87,55 triliun cukup hingga Desember

Kemenkeu: Anggaran kesehatan Rp87,55 triliun cukup hingga Desember

Ilustrasi - Petugas medis dari tim Satgas COVID-19 Kabupaten Simeulue yang membawa dua pasien terkonfirmasi positif menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat tiba di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (13/5/2020). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Jakarta (ANTARA) - Staf Ahli Menteri Keuangan (Menkeu) Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha memastikan anggaran untuk bidang kesehatan dalam rangka pemulihan akibat pandemi COVID-19 sebesar Rp87,55 triliun cukup hingga Desember 2020.

“Apakah kita akan tambah? Sebenarnya uang yang kita anggarkan sekitar Rp87,5 triliun sudah diperkirakan,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat.

Kunta mengatakan hal tersebut terjadi karena pemerintah dalam mendesain anggaran untuk bidang kesehatan telah memperkirakan berbagai potensi yang akan terjadi, seperti melonjaknya jumlah pasien COVID-19.

Ia mencontohkan seperti dalam situasi saat ini yaitu semakin hari jumlah kasus positif COVID-19 semakin bertambah seiring dengan dilakukannya tes yang masif juga sudah diperkirakan.

“Waktu itu kita sudah punya modeling sampai dengan Desember ini kira-kira orang yang positif COVID-19 itu berapa. Saya enggak akan menyebutkan jumlahnya nanti kaget,” ujarnya.

Baca juga: Kemenkeu ungkap penyebab serapan anggaran kesehatan COVID tak maksimal

Baca juga: 3.510 pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet sembuh


Terlebih lagi Kunta menyatakan pemerintah juga telah memperkirakan total kasus positif COVID-19 hingga Desember 2020, termasuk jumlah pasien yang masuk rumah sakit, telah tertampung dalam anggaran sebesar Rp87,55 triliun.

“Sehingga base on modeling kita sampai akhir tahun nanti akan ada sekian ratus ribu orang yang kena dan dari situ yang masuk RS berapa ini sudah kita tampung di Rp87,5 triliun,” jelasnya.

Biaya penanganan COVID-19 untuk bidang kesehatan sebesar Rp87,55 triliun terdiri dari belanja penanganan COVID-19 Rp65,8 triliun dan insentif tenaga medis Rp5,9 triliun.

Kemudian santunan kematian Rp0,3 triliun, bantuan iuran JKN Rp3,5 triliun, Gugus Tugas Rp3,5 triliun, dan insentif perpajakan bidang kesehatan Rp9,05 triliun.

“Di situ ada penanganan COVID-19 yang sekitar Rp65,8 triliun itu sebenarnya juga untuk menampung pasien yang belum terkena sekarang. Nah kita perkirakan sampai Desember nanti,” kata Kunta.

Baca juga: Menkeu: Belanja kesehatan penanganan COVID-19 tidak hanya di Kemenkes

Baca juga: Presiden minta daerah percepat pengucuran dana kesehatan dan bansos
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020