Anggota DPR ingin layanan internet lebih terjangkau warga

Anggota DPR ingin layanan internet lebih terjangkau warga

Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) mengerjakan soal yang diberikan oleh dosennya ketika menjalani proses Ujian Tengah Semester (UTS) di rumahnya di Medan, Sumatera Utara, Senin (6/4/2020). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/wsj

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menginginkan agar selama masa pandemi ini, berbagai perusahaan operator seluler dapat membuat layanan internet yang lebih terjangkau oleh banyak kalangan tetapi juga tetap terjaga kualitasnya.

"Agar masyarakat ini terbantu misalnya tarif internetnya dikurangi. Ketika masyarakat pendapatannya tidak naik, bagaimana caranya agar seluruh komponen bangsa bersama saling membantu mengurangi pengeluaran masyarakat, misalnya tarif komunikasinya diturunkan," kata Sukamta dalam rilis di Jakarta, Jumat.

Menurut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, dirinya sudah menyerukan kepada pihak pemerintah untuk memberikan internet gratis kepada masyarakat, khususmya bagi pelajar, UMKM, dan pengemudi ojek daring.

Untuk itu, ujar dia, diharapkan operator seluler untuk berkontribusi lebih memberikan kualitas dan layanan internet murah bagi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

Apalagi, pada masa wabah seperti saat ini, banyak aktivitas mulai dari pekerjaan hingga kegiatan belajar, banyak yang harus dilakukan secara daring dengan menggunakan jaringan internet.

Sebagaimana diwartakan, Wakil Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyarankan agar pemerintah perlu meningkatkan dukungan koneksi jaringan internet dalam rangka memudahkan pelaku UMKM go online dan bertransaksi di pasar daring pada masa normal baru.

"Dari sisi penyediaan bandwith jaringan Internet, masih berat kalau kita bicara mengenai pasar daring atau marketplace namun dukungan koneksi Internetnya rendah," ujar Eko Listiyanto.

Ekonom Indef itu mengatakan bahwa kadang-kadang ketika konsumen dan penjualan online sedang melakukan transaksi suka mengalami gangguan sinyal, koneksi lambat akibat jaringan Internet yang belum merata di Indonesia.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa ekosistem digital dan bisnis daring yang didukung koneksi Internet baik dan merata, kemungkinan juga dapat mengatasi sumber-sumber kemiskinan dan pengangguran yang sebagian besar berada di wilayah pedesaan.

Kondisi COVID-19 ini dapat menjadi momentum untuk mempertemukan produk-produk dari pedesaan dan UMKM-UMKM di luar Jawa bisa langsung bertemu dan bertransaksi dengan konsumen yang tinggal di wilayah perkotaan melalui ekosistem digital dengan tersedianya dukungan fasilitas koneksi Internet yang baik serta merata.

Sebelumnya, Ekonom dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat Acuviarta mengatakam bisnis di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK), menjadi salah satu sektor yang kebal terhadap dampak pandemi COVID-19.

"Karena berdasarkan rekapitulasi data ekonomi makro terakhir, sektor teknologi informasi komunikasi atau TIK tumbuh 9,81 persen atau hampir double digit. Dan di saat yang sama, ekonomi makro Indonesia hanya tumbuh 2,97 persen," kata Acuviarta Kartabi.

Acuviarta mengatakan pandemi COVID-19 membuat penggunaan internet oleh masyarakat menjadi meningkat, terutama setelah pemerintah menganjurkan melakukan aktivitas di dalam rumah, baik bekerja, belajar, maupun beribadah.

Menurut Acun, tren positif sektor selama pandemi, menurut dia, juga terlihat dari kinerja PT Telekomunikasi Indonesia. Ia mengatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut sukses mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Acu mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari torehan kinerja positif Telkom sepanjang 2019 dan pada pekan lalu, Telkom Group melaporkan pencatatan Laba Bersih 2019 sebesar Rp18,66 triliun, yang ditunjang pertumbuhan signifikan pendapatan Digital Business Seluler (23,1 persen) dan pendapatan IndiHome (28,1 persen).
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020