Khawatir tertabrak jadi alasan orang enggan bersepeda saat hari kerja

Khawatir tertabrak  jadi alasan orang enggan bersepeda saat hari kerja

Sejumlah warga bersepeda di jalan Sudirman, Jakarta Pusat pada Minggu (28/6/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Ketua komunitas pekerja bersepeda Bike to Work Indonesia Poetoet Soedarjanto mengatakan kekhawatiran tertabrak kendaraan lain menjadi alasan banyak orang enggan bersepeda saat hari kerja.

"Saya bertanya kepada kawan-kawan kenapa hanya bersepeda Sabtu-Minggu saja? Senin sampai Jumat kemana? Jawabannya sama, saya takut mas, takut ditabrak motor, takut ditabrak mobil. Ketakutan itulah yang menjadi masalah," kata Poetoet Soedarjanto di Jakarta, Sabtu.

Jawaban itu, kata Poetoet didapat dari hasil survei yang dilakukan terhadap 14.000 responden di 33 provinsi di Indonesia.

"Data itu saya dapatkan dengan bertanya, bagaimana mau naik sepeda ke mal atau kafe kalau di sana enggak ada parkiran," jawabnya.

Baca juga: Pesepeda diimbau berhati-hati di jalan agar terhindar tindak kejahatan

Dari 100 persen data itu, lanjut dia, jumlahnya hampir imbang antara orang yang bersepeda untuk olahraga dan berekreasi dengan orang yang bersepeda untuk mobilitas, yakni 57 persen berbanding 43 persen.

"Jadi imbang itu bukan berarti sama persis, 57 persen berbanding 43 persen. Kami merasa bagaimana caranya angka 43 persen ini bergeser menjadi 100 persen, ya, olahraga dan mobilitas," kata Peotoet.

Baca juga: Hibah sepeda untuk warga Jakarta

Langkah untuk membudayakan kegiatan bersepeda sebagai mobilitas dan gaya hidup dapat dilakukan dengan memberikan perlindungan kepada para pesepeda melalui fasilitas layak jalan hingga regulasi.

"Hampir semua kebijakan transportasi di Indonesia yang dilihat adalah kendaraan pribadi. Contohnya kalau satu ruas jalan macet, maka yang dipikirkan adalah bagaimana menambah ruas jalan, melebarkan jalan, dan membangun jalan layang...., secara tidak sadar kita sudah diajari untuk menikmati kemacetan, menikmati polusi udara, dan menikmati tingginya angka kecelakaan," kata Poetoet.

Baca juga: IBMA sebut usaha kurir sepeda bermunculan selama pandemi COVID-19

Berdasarkan catatan komunitas pekerja bersepeda Bike to Work Indonesia, tahun ini, beberapa kota sudah mulai berbenah dengan mengupayakan pengguna sepeda dan angkutan massal, seperti daerah Probolinggo, Bandung, Madiun, hingga Palembang.

"Syukur Alhamdulillah, tapi jumlahnya belum banyak. Jumlah kota-kota sudah naik dibanding tahun lalu yang mulai mengupayakan untuk pengguna sepeda dan angkutan massal," kata Poetoet.

Diketahui, Kementerian Perhubungan RI kini sedang menggodok aturan untuk melindungi keselamatan pada pesepeda melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub).

Dalam aturan itu, pesepeda malam hari harus dilengkapi lampu, helm, dan tanda yang harus diberikan apabila hendak berbelok atau lurus.

Selain itu, pemerintah pusat juga akan mendorong agar pemerintah daerah membuat jalur khusus pesepeda.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020