Pasien sembuh COVID-19 di Mataram di atas 60 persen

Pasien sembuh COVID-19 di Mataram di atas 60 persen

Anggota Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. ANTARA/Nirkomala

Mataram (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan angka kesembuhan pasien positif COVID-19 di daerah itu sudah mencapai di atas 60 persen atau sebanyak 345 orang dari jumlah pasien positif secara kumulatif 612 orang.

"Secara kumulatif dari data terakhir Senin (6/7) pukul 22.00 WITA, pasien positif COVID-19 di Mataram tercatat sebanyak 612 orang, dan 345 orang diantaranya sudah sembuh, 230 masih dalam perawatan dan 37 orang meninggal," kata Anggota Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Selasa.

Baca juga: 90 persen lebih pasien COVID-19 di Purbalingga sudah sembuh

Swandiasa yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram mengatakan dari data tim gugus itu tercatat juga jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dalam pengawasan sebanyak 183 orang, orang dalam pemantauan (ODP) 26 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 156 orang.

Menurutnya, dengan tingginya tingkat kesembuhan itu menjadi salah satu dari keberhasilan program penanganan COVID-19 berbasis lingkungan (PCBL), karena mampu menekan kasus COVID-19 dari klaster lingkungan.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Jakarta bertambah 373 orang

Hal itu sekaligus sebagai salah satu indikasi bahwa pelaksanaan program PCBL yang diterapkan Pemerintah Kota selama ini cukup efektif dan berhasil.

"Beberapa lingkungan yang sebelumnya menjadi klaster baru COVID-19, seperti Lingkungan Panarage, Pejarakan dan Pelembak, kini sudah nol kasus COVID-19, begitu juga lingkungan lainnya," katanya.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 sembuh di Kota Bogor 65,48 persen

Diakuinya, untuk data harian pasien positif baru COVID-19, trennya meningkat tapi itu terjadi sumbangan terbesar dari pasien dalam PDP dan OTG, tidak ada klaster lingkungan.

PDP dan OTG tersebut, katanya, ditemukan dari ruang publik dan tempat bekerja yang sudah mulai dibuka pemerintah seiring dengan kebijakan normal baru.

"Karena itu, Pemerintah Kota kini mulai meningkatkan dan menggencarkan sosialisasi dan mengingatkan masyarakat agar menetapkan protokol kesehatan COVID-19 guna menghindari penularan," katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota juga telah memberikan layanan rapid test dan swab COVID-19 gratis bagi masyarakat umum yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya atau untuk berbagai kepentingan.

"Pelayanan rapid test dan swab COVID-19 gratis bagi warga Kota Mataram dilaksanakan pada 11 Puskemas se-Kota Mataram dan RSUD Kota Mataram," katanya menambahkan.
 
Pewarta : Nirkomala
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020