UMM kembangkan Pembelajaran Bauran dengan Siklus Pe5 di masa pandemi

UMM kembangkan Pembelajaran Bauran dengan Siklus Pe5 di masa pandemi

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Al Islam-Kemuhammadiyahan UMM, Prof Dr Syamsul Arifin saat memberikan arahan pada acara Bimtek bagi para instruktur Polysynchronous Learning di Malang, Selasa (7/7/2020) (ANTARA/HO/UMM)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan model Pembelajaran Bauran (Blended Learning) Polysynchronous Learning dengan disain Siklus Pe5, yakni Perencanaan, Pemahaman, Pendalaman, Penerapan, dan Penilaian yang diterapkan pada setiap pertemuan kegiatan pembelajaran.

“Dalam desain pembelajaran Siklus Pe5, dosen harus membuat perencanaan terkait konten materi, bahan diskusi, bahan penugasan, dan quiz yang akan diberikan,” kata Tim Gugus Tugas Pengembangan Pembelajaran Bauran UMM Galih Wasis Wicaksono di hadapan para instruktur Polysynchronous Learning di Malang, Selasa.

Polysynchronous Learning adalah model pembelajaran bauran yang dikembangkan UMM yang menggabungkan konsep Student Centered Learning (SCL) dan Personalized Learning (PL) dengan pola interaksi polysynchronous learning, sehingga diharapkan lebih efektif dalam penerapan kegiatan belajar mengajar pada masa dan setelah pandemi COVID-19.

Baca juga: Pertamina gandeng UMM jadikan 32 UMKM peternak di Malang naik kelas

Pengembangan Pembelajaran Bauran tersebut merespons penyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, dimana pembelajaran jarak jauh bisa diterapkan permanen setelah pandemi COVID-19 selesai.

Kemendikbud menilai kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan teknologi akan menjadi hal yang mendasar.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Al Islam-Kemuhammadiyahan UMM, Prof Dr Syamsul Arifin menyatakan terkait dengan pembelajaran di masa pandemi COVID-19, UMM mengalihkan kegiatan pembelajaran luar jaringan (luring) ke dalam jaringan (daring).

"Pandemi mengakselerasi kita untuk segera beradaptasi dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Kita mesti bergegas menyesuaikan diri dalam dunia yang serba butuh penyesuaian cepat ini," kata Syamsul.

Baca juga: UMM beri kompensasi UKT saat pandemi COVID-19

Berkaca pada pengalaman tersebut, lanjutnya, UMM mencoba menyeriusi model pembelajaran ini, yang disebut Pembelajaran Bauran Polysyncronous Learning, yakni sebuah pengombinasian model pembelajaran antara daring dan luring serta metode pembelajaran.

"Sehingga, mahasiswa mendapatkan materi sesuai capaian pembelajaran yang sudah ditetapkan. Jadi kuliahnya betul-betul serius. UMM sendiri akan memulai perkuliahan pada 7 September 2020,” kata Syamsul.

Bimbingan teknis bagi instruktur Polysynchronous Learning menghadirkan para pakar pembelajaran untuk memberikan perspektif terkait paedagogi yang akan dikuatkan dalam pelaksanaan Polysyncronous Learning.

Pemateri yang hadir yakni dosen Program Studi Pendidikan Profesi Guru UMM, Dr Trisakti Handayani, terkait Konsep dan Kerangka Dasar Pembelajaran Bauran, serta Suparto, dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM dengan materi Metodologi & Evaluasi Polysynchronous Learning.

Baca juga: Reruntuhan bangunan "disulap" mahasiswa UMM jadi beton daur ulang
Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020