Disparekraf DKI telusuri dugaan prostitusi Diskotek Top One

Disparekraf DKI telusuri dugaan prostitusi Diskotek Top One

Suasana pendataan pengunjung dan pekerja usai penggerebekan Diskotek Top One, Daan Mogot 1, Jakarta Barat, Jumat (3/7/2020) pagi. Top One terindikasi beroperasi di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi fase 1 akibat pandemi COVID-19. ANTARA/Ricky Prayoga/aa.

Jakarta (ANTARA) - Disparekraf DKI Jakarta tengah menelusuri dugaan prostitusi di Diskotek Top One menyusul penggerebekan yang dilakukan instansinya bersama Satpol PP  pada Jumat (3/7).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Cucu Ahmad Kurnia, Selasa, menjelaskan pihaknya akan menyelidiki dugaan tersebut yang berangkat dari temuan ratusan orang terjaring saat razia.

"Yah kita lihat dulu, nanti kami selidiki," kata Cucu saat dihubungi, Selasa.

Cucu melanjutkan bila nantinya tempat itu terbukti melanggar, maka tak menutup kemungkinan kawasan itu dianggap melanggar Pergub 18 tahun 2018 tentang usaha kepariwisataan. Artinya sanksi penutupan bakal diberikan.

"Makanya kita harus kuat pembuktiannya," tuturnya.

Baca juga: Pengunjung Top One diminta sembunyi saat digerebek

Salah satu penjual tanaman hias, Rosid (48) menceritakan setiap sore beberapa wanita datang ke kawasan itu dan menjelang subuh barulah wanita itu pulang dengan ojek dan driver online yang mengantre.

"Kalo enggak percaya liat aja sendiri, ntar kalo tempat ini buka lagi," tuturnya.

Baca juga: Disparekraf beri peringatan pertama Diskotek Top One

Diberitakan sebelumnya, tempat hiburan malam berupa diskotek, karaoke dan griya pijat Top One di Jalan Daan Mogot 1 Jakarta Barat, kedapatan beroperasi di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi fase 1.

Hal itu diketahui setelah Dinas Pariwisata DKI Jakarta bersama Satpol PP Jakarta Barat dengan dibantu aparat TNI (Babinsa) dan kepolisian melakukan razia pada Jumat pagi dan menemukan ratusan orang di dalam gedung itu.

Kecurigaan praktik prostitusi tersebut, karena adanya sejumlah kamar berkasur dan berpendingin ruangan di lantai 3 dan 4 gedung itu yang dilengkapi sejumlah toilet yang minimalis, yaitu tak ada closet, hanya pancuran untuk mandi yang tertutup tirai.

Baca juga: Waka DPRD: Tidak mungkin Anies buka tempat hiburan malam

Saat ini, diinformasikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat menyegel sementara tempat hiburan malam tersebut karena beroperasi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase 1.

"Untuk sementara kami lakukan penyegelan sementara, sambil menunggu pemeriksaan lanjutan karena ditemukan kegiatan hiburan yang dilarang di tempat usaha ini," kata Kepala Seksi Operasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat Ivand Sigiro di Jakarta Barat, Jumat (3/7).
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020