Duka cita disampaikan Wakil Ketua MPR bagi korban banjir di Luwu Utara

Duka cita disampaikan Wakil Ketua MPR bagi korban banjir di Luwu Utara

Sejumlah tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah saat ditemukan usai banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas Basarnas Makassar/am).

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Senin (13/7) sehingga memutus akses komunikasi ke beberapa wilayah.

“Bencana alam ini memang sangat menyulitkan sebab terjadi di tengah situasi genting akibat pandemi COVID-19. Akan tetapi, dengan gotong royong, bencana tersebut dapat segera teratasi," katanya dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Syarief mengatakan dirinya memiliki pertalian yang kuat dengan lokasi bencana karena lahir di Palopo, Tanah Luwu dan Luwu Utara masih merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Tanah Luwu.

"Tentu, saya sebagai 'Wija To Luwu' juga merasakan duka yang dirasakan oleh masyarakat di Masamba, Luwu Utara," katanya.

Dia mengapresiasi langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan Provinsi Sulawesi Selatan dalam menyikapi banjir bandang.

Syarief juga sangat mengapresiasi langkah konkret dari berbagai lembaga dan masyarakat sekitar Luwu Utara yang telah bergotongroyong membantu masyarakat terdampak.

"Salah satu ciri khas orang Indonesia, terutama orang Luwu adalah rasa senasib sepenanggungan. Ciri khas ini sangat terlihat saat terjadi bencana alam di Luwu Utara, berbagai organisasi kemanusiaan turun tangan membantu masyarakat dengan penuh keikhlasan," katanya.

Mantan Menteri Koperasi dan UMKM itu mengaku juga telah berkoordinasi dengan pengurus Partai Demokrat di Sulawesi Selatan dan berbagai jejaringnya untuk turut membantu masyarakat.

Selain itu dia juga mendorong pemda untuk melakukan kajian mendalam terkait penyebab terjadinya banjir bandang karena bukan pertama kalinya banjir terjadi di Luwu Utara, dalam dua bulan terakhir, terjadi kurang lebih enam kali banjir dan ini adalah banjir yang terparah.

"Pemda harus segera mengambil langkah cepat untuk memastikan tidak terjadi banjir kembali. Pemda harus melakukan kajian mendalam, terutama di bidang lingkungan hidup dan kehutanan," demikian Syarief Hasan.

Baca juga: Gubernur-Menteri PUPR tinjau lokasi banjir dan longsor di Luwu Utara

Baca juga: Dompet Dhuafa Sulsel turunkan tim bantu korban di Masamba

Baca juga: Kemensos salurkan Rp1,97 miliar untuk korban banjir di Masamba

Baca juga: IDI Makassar bantu korban bencana banjir bandang di Luwu Utara

Baca juga: Bantu korban banjir-longsor Luwu Utara, IZI Sulsel dirikan dapur umum

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020