Raja Belanda berencana tak pakai kereta kuda bergambar penjajahan

Raja Belanda berencana tak pakai kereta kuda bergambar penjajahan

Raja Belanda Willem-Alexander (kanan) dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti (kiri) memberikan penghormatan saat mengunjungi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata di Jakarta, Selasa (10/3/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

Amsterdam (ANTARA) - Raja Belanda Willem-Alexander pada Jumat (17/7) mengatakan ia kemungkinan akan berhenti menggunakan kereta kuda untuk upacara, Gouden Koets, yang di lapisan luarnya menampilkan gambar-gambar penguasa saat masa penjajahan.

Gouden Koets atau "Kereta Kuda Emas" telah dihujani kritik dari masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Kereta kuda kayu itu dibuat pada 1898 dan satu sisi-nya dihias dengan lukisan yang disebut "Penghargaan untuk Penjajah". Lukisan itu menampilkan gambar orang Asia dan kulit hitam membawa upeti untuk seorang perempuan kulit putih yang duduk di atas kursi takhta mewakili Kerajaan Belanda.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada Juni mengatakan ia mengerti kereta kuda itu "memancing emosi" masyarakat. Bagi Rutte, "itu semua bagian dari sejarah kami". Kereta kuda "Gouden Koets" masih menjalani restorasi sejak 2015.

Kereta kayu dan patung para pelaut pahlawan era keemasan Belanda pada abad ke-17 menjadi objek utama perdebatan di negara itu, dipicu oleh gerakan Black Lives Matter (Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga) di Amerika Serikat.

"Kami mengikuti perdebatan itu, saya memperhatikannya," kata Raja Willem-Alexander saat sesi jumpa pers tahunan dengan media. Dalam kesempatan itu, biasanya para anggota Kerajaan Belanda berpose untuk gambar resmi tahunannya.
 
"Selama ada diskriminasi yang terlihat secara eksplisit dan implisit di Belanda, kita, sebagai bagian dari masyarakat, harus melawan itu," kata dia.

Kereta kuda itu biasanya mengangkut raja ke tempat ia memberi sambutan di hadapan anggota parlemen tiap September. Namun, kereta itu tidak dapat beroperasi sampai 2021 karena masih diperbaiki.

Raja Belanda mengatakan belum ada rencana mengubah hiasan di kereta kayu itu.

"Itu merupakan bagian dari warisan budaya kita, kita tidak akan menulis ulang sejarah dengan restorasi," kata Raja Willem.

"Setelah restorasi selesai, kita akan lihat seperti apa," ujar dia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Raja Belanda sampaikan penyesalan dan permohonan maaf kepada Indonesia

Baca juga: Raja Belanda kembalikan keris Pangeran Diponegoro ke Presiden Jokowi

Baca juga: Raja dan Ratu Belanda akan kembali kunjungi Danau Toba 2021


 

Raja Belanda kembalikan keris Pangeran Diponegoro ke Presiden Jokowi

Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020