Pemprov Sumsel bangun jalan Sumsel-Bengkulu

Pemprov Sumsel bangun jalan Sumsel-Bengkulu

Ilustrasi - Kendaraan ditarik untuk melewati jalan yang mengalami kerusakan penghubung Pagaralam, Sumsel dengan Bengkulu di kawasan Desa Air Tenam, Bengkulu Selatan, Sabtu (13/11). (ANTARA/Asnadi M Aridi/ed/mes/10)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai membangun akses jalan antarprovinsi yang menghubungkan Sumsel dan Bengkulu sejauh 49 kilometer.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Sumsel Darma Budhy di Palembang, Senin, mengatakan pembangunan akses jalan Sumsel-Bengkulu ini mulai dilakukan sejak Juli 2020 dengan diawali pengerasan jalan yang menghubungkan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumsel, dengan Kabupaten Aur, Bengkulu.

“Pekerjaan pengerasan jalan sedang dilakukan agar kendaraan bisa melintas. Selama ini jalan tersebut sudah tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat sejak 2016 karena rusak akibat longsor,” kata dia.

Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing capai 74 persen

Ia mengatakan ruas jalan tersebut menghubungkan jalan di Kabupaten Bengkulu yakni ruas jalan Tanjung Iman-Muara Sahung-Air Tembok.

Pembangunan jalan tersebut terbengkalai karena kondisi kawasan yang merupakan perbukitan terjal sehingga sulit untuk diakses oleh alat berat.

Namun setelah ada komitmen antarpemerintah di dua provinsi tersebut,  pembangunan jalan dapat dilakukan pada tahun ini.

Budhy mengatakan perbaikan atau peningkatan ruas jalan akan dilakukan pada tahun ini di Simpang Campang-Ujan Mas-batas Bengkulu menggunakan dana APBD Perubahan.

Baca juga: Banyumas lanjutkan bangun jalan dari campuran aspal dan plastik kresek

Hanya saja, di tahap awal proses pembangunan hanya dilakukan pengerasan.

Panjang jalan yang akan diperbaiki sekitar 6 kilometer. Sementara itu, tahun ini diusulkan dana perbaikannya sebesar Rp7 miliar.

Pemprov Sumsel berkomitmen pada tahun depan akan dialokasikan anggaran untuk peningkatan jalan di ruas tersebut.

"Ruas jalan di Bengkulu tadi rusak juga. Jadi, kalau di Sumsel diperbaiki tapi di Bengkulu juga rusak kan percuma saja. Makanya belum jadi prioritas,” ujar dia.

Lebar jalan yang akan dibangun sekitar lima meter, ditambah badan jalan yang lebarnya menjadi delapan meter.

Baca juga: PP optimistis selesaikan pembangunan jalan KEK Mandalika

Dengan lebar tersebut, jalan dapat dilintasi kendaraan roda empat, baik mobil pribadi maupun motor.

Budhy mengatakan jika kondisi jalan baik, warga Bengkulu bisa melakukan perjalanan menuju Lampung lewat Lintas Timur lebih cepat.

“Dari jalan itu bisa melintas ke OKU Timur, OKI dan tembusnya ke tol Petanggang. Waktunya sekitar 4-5 jam,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan upaya peningkatan konektivitas yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel dan Provinsi Bengkulu ini merupakan langkah yang sangat strategis untuk pembangunan.

Menurutnya, langkah peningkatan konektivitas jalan itu tentu akan mendorong semakin eratnya kerja sama antarkedua daerah di wilayah Sumbagsel tersebut.

“Adanya jalan ini akan berimbas positif pada perekonomian di Sumsel dan Bengkulu, bahkan untuk wilayah Sumbagsel,” kata dia.
 
Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020