Viva Yoga: PAN dukung pemerintah wujudkan tujuan pembangunan

Viva Yoga: PAN dukung pemerintah wujudkan tujuan pembangunan

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (tengah). ANTARA/Harianto

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menyebutkan salah satu poin yang disampaikan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi pada hari Senin adalah PAN akan bersama pemerintah untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional.

"Intinya PAN akan bersama pemerintah untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional sesuai dengan cita-cita dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Negara Indonesia adalah negara gotong royong," kata Viva Yoga di Jakarta, Senin.

Seluruh partai politik dan eksponen bangsa, kata dia, harus bekerja bersama untuk membangun peradaban. Kendati demikian, proses check and balances tetap harus ada.

Hal itu, menurut dia, ada di lembaga legislatif dan kekuatan masyarakat sipil yang sudah tumbuh berkembang. Hal itu yang dibutuhkan pemerintah dalam membangun demokrasi di Indonesia yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Baca juga: MPR: Sidang Tahunan harus ungkap kinerja pemerintah tangani pandemi

Baca juga: Ketua FPAN DPR: RUU HIP dikeluarkan dahulu dari Prolegnas

"Berdiskusi bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi COVID-19, solusi kebijakan agar fondasi perekonomian nasional dan UMKM tetap bergerak dan beraktivitas," ujarnya.

Menurut dia, PAN akan terus bersama pemerintah dalam menggerakkan pembangunan nasional dalam rangka untuk mencapai cita-cita nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, menciptakan masyarakat adil makmur, memakmurkan masyarakat Indonesia, dan membangun peradaban Indonesia.

Viva mengatakan bahwa silaturahmi antara Presiden Jokowi dan Zulkifli merupakan menyambung rasa kekeluargaan setelah Kongres V PAN di Kendari, Februari 2020.

Setelah kongres, kata dia, ada kesediaan waktu Presiden Jokowi untuk berkenan hadir pada saat pelantikan pengurus baru DPP PAN 2020—2025. Namun, karena pandemi COVID-19, pelantikan dalam pertemuan fisik secara masif tidak memungkinkan.

"Lalu diganti dengan pelantikan sederhana sesuai dengan prosedur kesehatan pencegahan pandemi COVID-19," ujarnya.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020