80 pedagang UKM Jakarta Pusat jalani tes usap massal

80 pedagang UKM Jakarta Pusat jalani tes usap massal

Situasi pendaftaran untuk tes usap massal para pedagang ikan hias di lokasi binaan UKM JP 23 Kecamatan Sawah Besar, Rabu (22/7/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 80 orang pedagang usaha kecil menengah (UKM) binaan Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPKUKM) Jakarta Pusat di lokasi binaan JP 23 Sawah Besar menjalani pemeriksaan tes usap massal dalam program "Active Case Finding" Puskesmas setempat.

"Tujuannya kita tes usap mereka supaya bisa diketahui apakah ada gejala atau terpapar COVID-19. Tentunya ini untuk mengetahui secara pasti keamanan, kenyamanan serta keselamatan baik para pedagang maupun pengunjungnya," kata Camat Sawah Besar, Jakarta Pusat, Prasetio saat ditemui dilokasi, Rabu.

JP 23 yang diisi oleh pedagang ikan hias itu menjadi lokasi binaan Sudin PPKUKM Jakarta Pusat ketiga, di Kecamatan Sawah Besar yang dipilih oleh tenaga medis untuk mengikuti rangkaian program Active Case Finding.

"Tadinya ada 11 pedagang yang tadinya secara terjadwal akan di tes usap bergantian. Ini JP ketiga. Kemarin sudah dua JP juga. JP 50 dan 51, mereka pedagang makanan semua," kata Prasetio.

Baca juga: Hindari COVID-19, transaksi ambulans di Jakarta diharapkan non tunai

Lebih lanjut, Prasetio mengatakan masih ada delapan lokasi binaan Sudin PPKUKM Jakarta Pusat lainnya yang akan disasar untuk mengikuti pemeriksaan tes COVID-19 serupa.

"Di Sawah Besar ada beberapa segmen yang kita terus lakukan tes usap massal. Itu di kampung- kampung, di lingkungan RW untuk warga, maupun pasar-pasar. Sekarang sasarannya ke JP-JP. Jadi akan terus terjadwal bergantian dilakukan ke lokasi binaan atau JP- JP lainnya," ujar Prasetio.

Jika nantinya ditemukan pedagang yang dinyatakan positif COVID-19 usai menjalani pemeriksaan pihaknya memastikan lapak dari pedagang yang bersangkutan akan ditutup sementara untuk disterilisasi.

"Tentu pedagang yang ditemukan positif akan diminta isolasi. Bisa dirawat Wisma Atlet atau isolasi mandiri. Kita juga akan lakukan pelacakan juga ke kontak erat, di lokasi dia berdagang akan disterilisasi disinfektan dan ditutup sementara untuk acara itu," kata Prasetio.

Baca juga: Pertambahan kasus COVID-19 di Jakarta kembali tertinggi
Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020