Khofifah: Peternak lakukan sertifikasi kesehatan hewan sebelum dijual

Khofifah: Peternak lakukan sertifikasi kesehatan hewan sebelum dijual

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kiri) bersama Bupati Lamongan, Fadeli (kanan) saat meninjau salah satu lokasi peternakan di Lamongan, Rabu (22/7) (ANTARA /H.O Pemkab Lamongan)

Lamongan, Jatim (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau setiap peternak melakukan sertifikasi hewan ternaknya melalui surat keterangan sehat dari Dinas Peternakan sebelum dijual, sehingga bisa memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban cukup aman, sehat dan halal.

"Jika telah dinyatakan sehat, perlu diperhatikan cara penyembelihan dan proses pendistribusian yang aman dan sesuai protokol kesehatan," kata Khofifah, saat melakukan peninjauan hewan ternak di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu.

Khofifah mengatakan, kunjungannya ke Lamongan adalah ingin memastikan stok hewan yang mencukupi, khususnya di Lamongan.

Baca juga: Kementan imbau masyarakat beli hewan kurban di lokasi berizin pemda

Khofifah beserta rombongan mengunjungi peternakan H. Juri (Sumber Jaya) dan H Heru (Laju Jaya) di Dusun Pilanggot, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Lamongan, yang sudah melakukan penjualan secara daring, dan pembayarannya pun dilakukan nontunai.

"Oleh karena itu, saya mengimbau agar Bupati Lamongan bersama pihak terkait melakukan koordinasi untuk memastikan bahwa hewan yang akan disembelih keseluruhannya telah tersertifikasi dengan surat keterangan sehat dari Dinas Peternakan," kata mantan menteri sosial ini.

Dengan protokol keamanan, Khofifah berharap peribadatan tetap bisa terjaga, meski saat pandemi COVID-19.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Fadeli mengakui siap dengan protokol kesehatan COVID-19 di bidang peternakan jelang Hari Raya Kurban.

Dinas Peternakan Lamongan, kata dia, telah melakukan sosialisasi kepada penjual, pemotong hewan kurban, takmir masjid, serta memberikan izin pedagang hewan kurban melalui sertifikasi kesehatan.

Baca juga: Penjual dan pemasok hewan kurban di Jaksel wajib kantongi CLM

Ia mencatat, sudah ada sebanyak 110 pedagang mendapatkan izin, termasuk memberikan izin tempat pemotongan hewan kurban, dan 10 tempat pemotongan telah terpantau dan melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang dijual.

Fadeli mengakui, Dinas Peternakan juga telah memberikan fasilitas penjualan secara daring melalui aplikasi "Si Sapi" atau Sistem Informasi Pemasaran Sapi On Line, dengan pembayaran melalui LA Pay.

"Kami juga telah menyediakan tiga rumah potong hewan (RPH) milik Pemkab Lamongan," katanya

Sementara itu, total jumlah populasi ternak di Lamongan saat ini mencapai 112 ribu ekor sapi, dan penjualannya lebih banyak ke luar daerah, ditambah dan 287.490 ribu ekor kambing.

Baca juga: Si gundul, sapi kurban Presiden untuk Kepri
Baca juga: Warga di wilayah padat hunian diminta pindahkan pemotongan kurban

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020