Tim Pakar Satgas COVID-19: Tetap terapkan PHBS setelah pandemi

Tim Pakar Satgas COVID-19: Tetap terapkan PHBS setelah pandemi

Tim Pakar Satuan tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Dr Dewi Nur Aisyah (dua dari kiri) dan Juru Bicara pemerintah Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito (dua dari kanan) saat konferensi video di Jakarta, Kamis. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Dr Dewi Nur Aisyah mengatakan masyarakat harus tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) saat dan setelah pandemi COVID-19 berakhir.

"Kalau misalnya suatu waktu pandemi sudah berakhir dan tidak ada lagi COVID-19, obat atau vaksin sudah ditemukan, maka kita harus tetap menerapkan PHBS," katanya melalui konferensi video dengan tema "Anak Indonesia mengambil alih Satuan Tugas COVID-19" yang dipantau di Jakarta, Kamis.

PHBS tersebut merujuk pada hal-hal yang dapat mengurangi risiko tertular virus maupun kuman yang dapat menyebabkan penyakit tertentu. Misalnya, rajin mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir terutama sebelum dan sesudah makan.

Kemudian, termasuk pula menerapkan etika atau tata cara ketika batuk dan bersin supaya tidak sembarangan serta menggunakan siku tangan sebagai penahan percikan air liur atau droplet.

Baca juga: Slogan COVID-19: "Maskerku melindungi kamu, maskermu melindungi aku"

Baca juga: Ini beda spesifikasi masker bedah dan N95 menurut Kemenkes RI

Ia mengatakan apabila pandemi telah berakhir, maka anak-anak yang ingin ke sekolah tidak perlu lagi menggunakan masker namun tetap harus menerapkan PHBS.

"Penggunaan masker itu penting, terutama saat pandemi ini. Tapi kalau pandemi sudah berakhir maka tidak perlu lagi pakai masker ke sekolah," kata Dewi Nur Aisyah.

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan selain PHBS, berjemur di bawah sinar matahari penting dilakukan karena dapat meningkatkan imunitas tubuh terutama saat masa pandemi.

"Kalau berjemur kita bisa tambah sehat, tapi virusnya tidak bisa mati langsung," katanya.

Ia menambahkan berjemur adalah salah satu cara agar imunitas tubuh seseorang naik dan potensi sembuh bagi penderita atau yang dicurigai COVID-19 pun lebih tinggi.

Baca juga: Pemakaian masker yang nyaman cegah penyebaran COVID-19, sebut jubir

Baca juga: Hakim minta Presiden Brazil Bolsonaro pakai masker

Baca juga: Studi: Penggunaan masker secara luas cegah gelombang kedua COVID-19

Baca juga: Kenakan masker atau hadapi penjara di Kuwait dan Qatar

Baca juga: Indonesia impor bahan baku masker dari Turki
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020