Ribuan pekerja informal di Wondama terima santunan

Ribuan pekerja informal di Wondama terima santunan

Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi (kanan) bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menunjukan tanda bantuan yang akan disalurkan Gubernur Papua Barat kepada para pekerja informal di kabupaten tersebut, Jumat (24/7/2020) ANTARA/Toyiban

Teluk Wondama, Papua Barat (ANTARA) - Sebanyak 1.624 pekerja informal di Kabupaten Teluk Wondama yang terdampak virus corona atau COVID-19 dipastikan mendapat bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Papua Barat.

"Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu per bulan Itu akan disalurkan dalam waktu dekat ini, langsung ke rekening para penerima," kata Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi di rumah dinasnya di Wondama, Jumat.

Baca juga: Jokowi ajak pedagang kecil bersyukur

Sebanyak 1.624 orang tersebut termasuk dalam 32.317 pekerja formal dan informal di wilayah Papua Barat yang terdaftar sebagai penerima bansos dari Pemprov setempat.

Ia menyebutkan penyerahan secara simbolis dilakukan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan kepada dirinya serta beberapa bupati dan wali kota di Manokwari pada Kamis (23/7).

Baca juga: Australia serahkan 100 ventilator untuk Indonesia tangani COVID-19

“Di Teluk Wondama kita dapat jatah sebanyak 1.264 orang. Syukur kepada Tuhan karena cukup banyak ini. Nama-nama kita usulkan, dinas terkait sudah usulkan koordinasi dengan semua kepala distrik. Kemarin (Kamis) saya terima dari Gubernur Papua Barat. Rencana gubernur akan datang untuk serahkan secara simbolis kepada masyarakat," kata Imburi.

Imburi mengutarakan pada penyaluran perdana ini masyarakat akan menerima tiga bulan sekaligus, sehingga total bantuan yang diterima setiap pekerja sebesar Rp1,8 juta.

Baca juga: Ponorogo segera miliki dua mesin PCR untuk deteksi COVID-19

“Berupa uang tunai Rp600 ribu sebulan tapi karena kita punya sudah terlambat jadi sekalian mereka akan dapat Rp1,8 juta karena Rp600 kali tiga bulan,“ lanjut Bupati.

Kepada para penerima, Bupati berharap bansos tersebut dimanfaatkan secara bijak tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif semata tetapi juga untuk menopang usaha kecil yang dijalani.

“Ini kan untuk pekerja informal seperti ibu-ibu yang tanam sayur dan jual ke pasar. Saya harap uang itu tidak dikonsumsi habis. Bisa pakai beli gula, beras, minyak goreng sedikit. Uang Rp1,8 juta ini harus dibikin bagaimana caranya untuk meningkatkan usaha kecil yang selama ini dijalankan," pesan Bupati.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Teluk Wondama I Wayan Redana menerangkan 1.624 pekerja informal yang terdaftar sebagai penerima bansos tersebar di 13 distrik di Wondama.

“Untuk kita di Wondama penerima adalah pekerja informal jadi terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu yang mempunyai usaha baik penjual ikan, penjual sayur, buruh tani atau petani sekaligus dia bertani tapi tanamannya tidak laku karena covid, makanya mereka dibantu," ujarnya.

Dia mengatakan bansos bagi pekerja informal itu akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Diharapkan bansos itu dapat membantu masyarakat untuk menata kehidupan selama masa pandemi COVID-19.

“Ini diterima penerima satu bulan Rp600 ribu dan bantuan ini berjalan selama masa tanggap darurat COVID-19 berlangsung. Langsung mereka terima di buku rekening. Jadi saya sangat berterima kasih karena kita dari Disnakertrans bisa menerima bantuan ini untuk dilanjutkan ke penerima,“ ujar Wayan.
Pewarta : Toyiban
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020