Survei: Elektabilitas PDIP capai 26,8 persen

Survei: Elektabilitas PDIP capai 26,8 persen

Hasil survei Indometer terkait elektabilitas partai politik. (ANTARA/HO-Survei Indometer)

Jakarta (ANTARA) - Hasil survei yang dilakukan lembaga survei Indometer menunjukkan elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih bertengger paling atas, yakni mencapai 26,8 persen.

Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer R Leonard SB dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin, menyebutkan elektabilitas PDIP itu mengalami penurunan dibandingkan survei sebelumnya yang mencapai 30,1 persen.

"Namun, PDIP masih berada di puncak elektabilitas," kata Leonard.

Baca juga: Survei: Elektabilitas sejumlah parpol stagnan, PSI meningkat

Menurut dia, selama pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak awal Maret 2020, elektabilitas partai politik mengalami penurunan.

Tercatat hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang naik elektabilitasnya dibandingkan survei sebelumnya pada Februari 2020.

"Ketika parpol lainnya turun elektabilitasnya saat pandemi, hanya PSI yang mengalami kenaikan dari 2,1 persen menjadi 4,4 persen," tuturnya.

Meskipun tidak lolos ke Senayan, kata dia, tetapi wakil-wakil PSI di DPRD aktif mendorong kebijakan untuk mengatasi pandemi dan dampak sosialnya. "Demikian pula di tingkat basis, kader-kader PSI diketahui terus bergerak memberikan bantuan sosial dan pendampingan," kata Leonard.

Baca juga: Survei Indometer: Elektabilitas Prabowo dan PDIP kokoh di puncak

Posisi tiga besar setelah PDIP masih diduduki oleh Gerindra dan Golkar. Elektabilitas Gerindra melemah dari 14,7 persen menjadi 14,1 persen, sedangkan Golkar merosot dari 9,9 persen menjadi 8,1 persen.

Selain PSI, parpol-parpol papan tengah seluruhnya juga turun elektabilitasnya, yaitu PKB (5,5 persen/5,4 persen), PKS (5,3/4,9 persen), Nasdem (4,6 persen/4,2 persen), Demokrat (4,7 persen/3,9 persen), PAN (2,6 persen/2,3 persen), dan PPP (2,8 persen/2,1 persen).

Parpol-parpol papan bawah adalah Perindo (1,2 persen/0,7 persen), Berkarya (0,3 persen/0,4 persen), Hanura (0,7 persen/0,3 persen), PKPI (0,3 persen/0,1 persen), PBB (0,2 persen/0 persen), dan Garuda (0,1 persen/0 persen). Sisanya tidak tahu/tidak menjawab (14,9 persen/22,2 persen).

Baca juga: Elektabilitas tinggi, Pengamat sebut kuatnya pemilih PDIP

Survei Indometer dilakukan pada 11-20 Juli 2020 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error sebesar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020