Geografis dan transportasi penyebab BLT belum tersalur 100 persen

Geografis dan transportasi penyebab BLT belum tersalur 100 persen

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi. (ANTARA/Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengatakan faktor geografis dan transportasi merupakan dua hal penyebab Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa belum bisa tersalurkan 100 persen.

"Karena persoalan geografis dan transportasi dua kabupaten di provinsi Papua tidak bisa membawa dana yang sudah disediakan," katanya saat memberikan pengarahan secara virtual pada peserta pelatihan kepemimpinan nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Senin.

Baca juga: Ada warga tidak layak, Mendes sebut BLT DD tak akan capai 100 persen

Baca juga: SMERU: BLT Dana Desa kebijakan tepat di tengah pandemi COVID-19


Ia mengatakan dua faktor tersebut penyebab BLT Dana Desa Kemendes belum tersalurkan 100 persen dari yang sudah melakukan musyawarah desa khusus.

Meskipun demikian, kementerian terkait masih menunggu kedua kabupaten tersebut untuk segera menyalurkan BLT Dana Desa kepada masyarakat. "Janjinya 28 Juli, mudah-mudahan. Kita menunggu," katanya.

Ia mengatakan per 26 Juli 2020 desa yang sudah menerima Dana Desa mencapai 74.877 desa atau 99 persen dari 74.953 desa yang ada.

Kemudian, desa yang telah menetapkan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa melalui musyawarah desa khusus sebanyak 74.816 desa atau 99 persen dari 74.877 desa.

Baca juga: KPK apresiasi Kemendes PDTT soal penyaluran BLT Dana Desa

Baca juga: Masih ada desa diblokir, Mendes ke KPK: BLT belum 100 persen tersalur


Untuk BLT Dana Desa yang sudah tersalur, lanjut Anwar, sampai saat ini sudah 73.535 desa atau 98 persen dari 74.877 desa yang sudah menerima Dana Desa.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020