BLK Surakarta selenggarakan program penajaman untuk korban PHK

BLK Surakarta selenggarakan program penajaman untuk korban PHK

Kepala BLK Surakarta Sofwan Setiawan saat memberikan keterangan kepada wartawan. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Balai Latihan Kerja (BLK) Surakarta telah menyelenggarakan program "refocusing" atau penajaman untuk korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi COVID-19.

"Totalnya ada 10 paket pelatihan yang sudah kami selenggarakan. Untuk jumlah peserta sebanyak 160 orang," kata Kepala BLK Surakarta Sofwan Setiawan di Solo, Senin.

Untuk para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta.

Baca juga: BLK Surakarta luluskan 114 peserta pelatihan berbasis kompetensi

"Kami minta tolong untuk dicarikan peserta. Beberapa di antara mereka ada yang dari perhotelan, jasa katering dan tekstil. Jadi mereka untuk kompetensi memang sudah punya," katanya.

Ia mengatakan pada pelatihan tersebut para peserta dimasukkan ke kelompok yang sesuai dengan kompetensinya.

"Di antaranya ada menjahit, masak dan las. Kalau las kami rekrut dari perusahaan-perusahaan. Pada program ini satu gelombangnya mengikuti pelatihan selama 10 hari," katanya.

Baca juga: Menaker apresiasi peserta pelatihan BLK tanggap COVID-19

Baca juga: BLK Kemnaker produksi 1,6 juta alat kesehatan bantu atasi COVID-19


Selanjutnya, hasil produksi para peserta ini disumbangkan kepada Pemerintah Kota Surakarta, di antaranya ada wastafel portabel, masker, face shield, dan makanan untuk selanjutnya diserahkan kepada yang berhak.

Sementara itu, dikatakannya, program tersebut di luar pelatihan reguler yang dilakukan setiap tahun. Menurut dia, untuk program pelatihan reguler setiap tahunnya diselenggarakan sebanyak empat kali.

Meski demikian, untuk kali ini akibat adanya pandemi pelatihan hanya dilaksanakan sebanyak tiga kali.

"Target peserta tahun ini total 15.000 peserta pelatihan. Tetapi ini juga termasuk peserta dari BLK UPTD di bawah binaan kami, totalnya ada 23 UPTD, di antaranya di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta," katanya.

Baca juga: Menaker dorong pendirian BLK film

Baca juga: Peneliti: BLK provinsi harus terintegrasi dengan kebutuhan industri
Pewarta : Aris Wasita
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020