Operasi patuh, Polisi Lalu Lintas tambal jalan berlubang di Aceh Timur

Operasi patuh, Polisi Lalu Lintas tambal jalan berlubang di Aceh Timur

Personel polisi lalu lintas meratakan timbunan tanah untuk menutupi lubang di badan jalan provinsi di Aceh Timur, Selasa (28/7/2020). Antara Aceh/HO/Bidhumas Polda Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Personel Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Timur, Polda Aceh, menambal jalan berlubang yang selama ini mengancam keselamatan pengguna jalan serta menghambat jalur transportasi saat Operasi Patuh Seulawah 2020.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh Komisaris Besar (Kombes) Pol Dicky Sondani di Banda Aceh, Selasa, mengatakan lubang jalan yang ditambal tersebut berada di jalan provinsi Peureulak dan Lokop, Aceh Timur.

"Penambalan lubang jalan tersebut merupakan kegiatan kemanusiaan pada Operasi Patuh Seulawah 2020. Kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat," kata Kombes Pol Dicky Sondani.

Baca juga: Polda Aceh kerahkan 538 personel untuk operasi patuh

Perwira menengah Polri tersebut mengatakan ada tiga titik lubang dengan diameter dua hingga empat meter di ruas jalan Peureulak menuju Lokop yang diperbaiki. Penambalan lubang dilakukan dengan menimbun batu dan pasir.

"Dengan penambalan lubang di badan jalan tersebut telah memperlancar arus kendaraan bermotor serta mencegah kecelakaan lalu lintas di ruas jalan di Kabupaten Aceh Timur tersebut," kata Kombes Pol Dicky Sondani.

Selain menambal badan jalan, Polisi Lalu Lintas di Aceh juga membantu perbaikan jembatan gantung masyarakat di Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

Baca juga: Kakorlantas: Operasi Patuh 2020 kedepankan upaya pencegahan

Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan dirinya mengirim bantuan berupa kayu untuk perbaikan jembatan gantung tersebut. Lantai jembatan gantung yang dibangun pada 1982 itu sudah lapuk.

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan itu menyebutkan jika tidak segera diperbaiki, masyarakat setempat tidak bisa melintasi jembatan tersebut dan dapat menimbulkan korban jiwa.

"Jembatan tersebut merupakan jalur utama masyarakat setempat yang mayoritas berkebun. Jembatan dengan panjang 160 meter itu melintasi sungai Krueng Peusangan dengan arus yang deras," kata Kombes Pol Dicky Sondani.

Baca juga: Operasi Patuh Jaya 2020 menyasar pelanggar protokol kesehatan
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020