Inggris kepada China: Kami akan awasi ketat pemilu Hong Kong

Inggris kepada China: Kami akan awasi ketat pemilu Hong Kong

Demokrat muda Hong Kong yang sering disebut "perlawanan" atau kubu lokalis termasuk Tiffany Yeun, Fergus Leung, Joshua Wong, Kinda Li, Sunny Cheung, Frankie Fung, Gwyneth Ho, Ventus Lau, Owen Chow, Eddie Chu, Sam Cheung, Prince Wong, Ng Kin Wai, Lester Shum, Henry Wong dan Winnie Yu menghadiri konferensi pers setelah prapemilihan di Hong Kong, China, Rabu (15/7/2020). ANTARA/REUTERS/Tyrone Siu/nz/djo

London (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan kepada diplomat senior China Wang Yi bahwa Inggris akan mengawasi ketat pemilu Dewan Legislatif Hong Kong pada September mendatang.

Raab juga menekankan bahwa China perlu membangun kembali kepercayaan dalam komunitas global.

"Menteri luar negeri mengatakan bahwa Inggris secara ketat akan mengawasi pemilihan Dewan Legislatif Hong Kong pada September, dan mendesak China agar menjunjung tinggi kewajiban internasional mereka menyangkut HAM di Xinjiang," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Inggris usai percakapan antara kedua menlu itu melalui telepon.

"Ia menggarisbawahi pentingnya China membangun kembali kepercayaan dalam komunitas internasional dengan memenuhi tanggung jawab internasional mereka."

Sumber: Reuters

Baca juga: Inggris berniat tangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong

Baca juga: Australia berencana ikut jejak Inggris beri visa ke warga Hong Kong

Baca juga: China janjikan "serangan balik kuat" dalam ketegangan dengan Inggris


 

RI-Inggris sepakati kerja sama pengendalian AMR hingga COVID-19

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020