Dirut BTN: KPR subsidi sumbang pertumbuhan kredit terbesar

Dirut BTN: KPR subsidi sumbang pertumbuhan kredit terbesar

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8/2020). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi Rp113,61 triliun selama semester I 2020 atau tumbuh 5,84 persen (yoy) dari Rp107,34 triliun pada periode sama tahun lalu.

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury menyatakan KPR subsidi menjadi penyumbang pertumbuhan kredit secara keseluruhan yaitu memiliki porsi sebesar 45,11 persen dari total portofolio kredit.

“KPR bersubsidi kita proyeksikan akan tumbuh kurang lebih 10 persen untuk tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Baca juga: Dirut BTN sebut permintaan KPR subsidi naik 75 persen

Pahala menuturkan proyeksi itu didorong oleh stimulus pemerintah dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang menambah subsidi untuk KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) Rp1,5 triliun atau 172 ribu unit dengan kuota khusus BTN adalah 146 ribu unit.

“Ini yang akan diharapkan mendorong KPR bersubsidi untuk 2020. Kami berharap ini bisa berlangsung sampai 2021 karena akan membantu pergerakan ekonomi di mana sektor perumahan memiliki kaitan dengan 170 sektor lainnya,” kata Pahala.

Selanjutnya Pahala menyebutkan Bank BTN juga telah menyalurkan KPR non-subsidi, kredit perumahan lainnya, serta kredit konstruksi masing-masing Rp79,87 triliun, Rp7,56 triliun, dan Rp27,87 triliun per semester I 2020.

Baca juga: BTN akan dorong sektor riil lewat dana pemerintah

Oleh sebab itu total KPR di Bank BTN tumbuh sebesar 2,47 persen (yoy) yakni dari Rp188,82 triliun menjadi Rp193,49 triliun per 30 Juni 2020.

Sementara untuk segmen kredit non-perumahan, Bank BTN telah menyalurkan kredit senilai Rp22,91 triliun per akhir Juni 2020.

Pahala mengatakan permintaan KPR baik subsidi maupun non subsidi telah mulai mengalami perbaikan sejak Juni, meskipun pada awal-awal kemunculan COVID-19 sempat menurun.

“Ini kita harapkan pelan-pelan menunjukkan adanya perbaikan dan diharapkan sampai akhir tahun nanti kredit kita tumbuh 4 persen serta KPR 5,5 persen sampai 6 persen,” jelasnya.

Baca juga: Kemen-PUPR ingin masyarakat tetap bisa miliki KPR di tengah COVID-19

Baca juga: BTN akan dorong sektor riil lewat dana pemerintah


 
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020