Bupati Sleman ingatkan masyarakat penyebaran COVID-19 belum selesai

Bupati Sleman ingatkan masyarakat penyebaran COVID-19 belum selesai

Bupati Sleman Sri Purnomo saat diwawancarai awak media. ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto/am.

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo mengingatkan masyarakat bahwa fase normal baru tidak berarti penyebaran COVID-19 sudah selesai sehingga saat ini masyarakat masih wajib untuk mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin.

"Ada lonjakan kasus positif COVID-19 di Sleman dalam beberapa hari terakhir. Ini perlu upaya untuk menyadarkan kembali kepada masyarakat bahwa penyebaran COVID-19 belum selesai," kata Bupati Sleman Sri Purnomo di Sleman, Senin.

Menurut dia, Pemkab Sleman melalui Gugus Tugas Penanganan COVID-19 terus berupaya untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tetap disiplin dalam protokol kesehatan.

"Ini sebagai upaya untuk mengantisipasi munculnya klaster baru penyebaran COVID-19. Tracing juga gencar dilakukan," katanya.

Ia mengatakan, untuk mempercepat proses identifikasi terhadap penyebaran COVID-19, terutama kasus suspek, Pemkab Sleman akan mengupayakan untuk membeli alat untuk membaca tes usap atau swab test sehingga hasilnya bisa lebih cepat diketahui.

Baca juga: Pelaku pariwisata diimbau patuhi protokol COVID-19 pada "long weekend"

Baca juga: Sleman tetap waspada meski sebagian besar pasien COVID-19 sudah sembuh


"Dengan alat ini, pagi dilakukan tes usap dan sorenya sudah tahu hasil," katanya.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi mengatakan dalam tiga hari terakhir ini terjadi lonjakan kasus postif COVID-19 di Sleman.

"Kasus postif COVID-19 di Sleman pada 2 Agustus tercatat ada tambahan kasus positif 13 orang dengan satu pasien sembuh," katanya.

Ia mengatakan, lonjakan kasus terjadi pada 1 Agustus yakni sebanyak 40 pasien positif dengan kasus sembuh dua orang dan 31 Juli sebanyak 28 kasus dengan kasus sembuh empat orang.

"Sedangkan untuk hari ini ada tambahan dua kasus terkonfirmasi positif, sedangkan untuk pasien sembuh nihil," katanya.

Menurut dia, data total per 1 Agustus ada 132 pasien dirawat di RS, 117 tergolong suspek.

Baca juga: Dinas Kebudayaan Sleman susun SOP atraksi budaya normal baru

Baca juga: UGM uji alat tes cepat buatan sendiri di Puskesmas Mlati II Sleman
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020