Penggunaan kantong plastik pembungkus daging kurban mulai berkurang

Penggunaan kantong plastik pembungkus daging kurban mulai berkurang

Ilustrasi - Petugas memasukkan daging kurban ke dalam besek bambu yang lebih ramah lingkungan di Kampung Salam Berqurban, Sekolah Alam Bogor, Tanah Baru, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2020). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.

Payakumbuh (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat mencatat penggunaan media kantong plastik saat membagikan dan pembungkusan daging hewan kurban telah berkurang jika dibandingkan dengan pelaksanaan Idul Adha di tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau dilihat tahun ini, memang sudah mulai banyak yang beralih dari kantong plastik ke beberapa media lainnya yang lebih ramah lingkungan. Walaupun, jujur angkanya masih belum tinggi," kata Sekretaris DLH Payakumbuh, Syamsurizal di Payakumbuh, Senin.

Ia menambahkan setidaknya, pada tahun ini dari pantauan petugas DLH di lapangan, telah ada sekitar 25 persen panitia kurban yang beralih dari kantong plastik ke media lainnya seperti daun pisang.

"Bahkan, ada di salah satu kampung yang memang setiap keluarga yang dapat daging diminta untuk membawa media sendiri, seperti baki dan lainnya. Tapi tentu saat penjemputan telah sesuai dengan protokol kesehatan," lanjutnya.

Baca juga: Komunitas ganti plastik dengan bahan alam untuk wadah daging kurban

Baca juga: Masyarakat diajak gunakan daun untuk bungkus daging kurban


Kebanyakan, panitia kurban yang masih menggunakan kantong plastik berdalih dengan menyebutkan bahwa kantong plastik untuk membagikan daging tersebut telah dibeli jauh sebelum pelaksanaan kurban.

Padahal, pihakya telah memberikan dan mengimbau tidak menggunakan sampah plastik dalam membagikan daging kurban semenjak 15 hari sebelum hari raya Idul Adha.

Meski begitu, Syamsurizal mengaku bersyukur dengan pelaksanaan kurban tahun ini, karena persentase panitia yang tidak menggunakan kantong plastik meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, pihaknya tahun ini juga mendapati peningkatan kesadaran panitia kurban dalam hal membuang tulang-tulang atau membuang bagian lain yang tidak terpakai ke tempat pembuangan sampah sementara.

"Alhamdulillah, yang biasanya kami banyak menemukan tulang dan bagian lainnya di tempat pembuangan sampah sementara, sekarang berkurang drastis. Mungkin hanya beberapa yang masih membuangnya di sana. Kebanyakan mereka sudah menguburnya," katanya.

Dari data sebelumnya, timbunan sampah di Kota Payakumbuh setiap harinya berkisar antara 66 sampai 75 ton, yang sekitar 13 persen diantaranya merupakan sampah plastik. Pada hari raya Idul Adha kali ini, pihaknya mencatat tidak ada pelonjakan timbunan sampah.

"Kami masih terus berusaha, agar dapat terus menekan sampah plastik di Payakumbuh. Kami terus berupaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk hal ini," katanya.*

Baca juga: Muba larang penggunaan kantong plastik untuk daging kurban

Baca juga: Sudin LH Jakbar prediksi besek bambu kurangi sampah plastik 40 persen

 
Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020