Kejahatan gunakan senjata tajam di Sumatera Selatan cukup tinggi

Kejahatan gunakan senjata tajam di Sumatera Selatan cukup tinggi

Kepala Polda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Eko Heri bersama Forkopimda setempat memusnahkan senjata tajam dan senjata api di Markas Polda Sumatera Selatan, di Palembang, Rabu (5/8/2020). ANTARA/Yudi Abdullah/am

Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mencatat kasus kejahatan menggunakan senjata tajam dan senjata api di wilayah provinsi dengan 17 kabupaten/kota itu masih cukup tinggi, sehingga memerlukan tindakan khusus untuk menangani kejahatan tersebut.

Kepala Polda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Eko Heri, di Palembang, Rabu, mengatakan, kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, penganiayaan berat, serta kejahatan dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api masih mendominasi di wilayah provinsi ini.

Dalam modus operandinya, para penjahat tidak segan-segan melukai bahkan membunuh korbannya baik memakai senjata tajam maupun senjata api.

Kondisi itu menjadi perhatian polisi bersama instansi lain sehingga mereka mengantisipasi dan menanggulangi dengan meningkatkan kegiatan rutin dan operasi khusus pemberantasan kejahatan serta penertiban senjata tajam dan senjata api dari masyarakat yang tidak berhak.

Menurut dia, permasalahan itu seakan tidak ada habisnya, meskipun sudah dilakukan penindakan tegas kepada pelaku kejahatan dan masyarakat yang memiliki senjata api tanpa izin serta membawa senjata tajam tidak pada tempatnya.

Penanganan kasus kejahatan itu terus diupayakan dengan tindakan penegakan hukum secara tegas kepada para pelaku, serta penertiban masyarakat yang biasa membawa senjata tajam dan pemilik senjata api ilegal.

Upaya penegakan hukum serta penertiban senjata tajam dan senjata api yang telah dilakukan dengan baik selama ini akan terus dilakukan. "Untuk memaksimalkan upaya penegakan hukum tersebut diharapkan dukungan dari semua pihak dan lapisan masyarakat," ujar dia. 
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020