Asosiasi dokter Jepang peringatkan soal pembukaan perjalanan domestik

Asosiasi dokter Jepang peringatkan soal pembukaan perjalanan domestik

Warga memakai masker pelindung terlihat saat waktu perjalanan di Penyebrangan Shibuya di Shibuya Ward, Tokyo, Kamis (25/6/2020), di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut akan COVID-19 baru. ANTARA FOTO/REUTERS/The Yomiuri Shimbun/Ryohei Moriya/nz/cfo/am.

Tokyo (ANTARA) - Asosiasi Kedokteran Jepang memperingatkan pihak berwenang mengenai pembukaan kembali perjalanan domestik di negara itu, khususnya dalam masa liburan Obon (liburan tradisi, 13-16 Agustus 2020), mengingat kasus COVID-19 yang kembali tinggi.

Ketua asosiasi, Toshio Nakagawa, meminta pemerintah regional mengambil sikap independen dan memutuskan sendiri apakah wilayah mereka memerlukan pembatasan perjalanan untuk menahan laju penyebaran infeksi virus corona.

"Perintah (terkait aturan perjalanan domestik) mestinya tidak dikeluarkan secara seragam oleh pemerintah nasional, melainkan diatur di tingkat prefektur dengan sejumlah pihak berwenang untuk mengendalikan situasi di wilayahnya," kata Nakagawa pada Rabu.

Baca juga: Tokyo mungkin nyatakan darurat jika kasus corona memburuk
Baca juga: Jepang siaga dengan lonjakan kasus COVID-19 di tengah kampanye wisata


Selain hal itu, Nakagawa juga menyerukan  pemerintah menyediakan fasilitas pengujian deteksi virus yang lebih meluas serta mendorong masyarakat untuk menahan diri selama masa liburan ini.

Beberapa pekan terakhir, Jepang kembali mencatatkan lonjakan kasus COVID-19, yang bukan hanya terjadi di Ibu Kota Tokyo, namun juga sejumlah kota lain. Jumlah kasus secara akumulatif sejauh ini hampir 40.000 kasus.

Terkait hal tersebut, Prefektur Okinawa mengumumkan status darurat pada Senin (3/8) lalu, sementara Prefektur Aichi di Jepang bagian tengah juga mengambil langkah yang sama pada Rabu.

Secara nasional, Jepang memberlakukan status darurat pada April yang kemudian dicabut per akhir Mei karena penambahan kasus sudah menurun. Kini, seiring dengan angka kasus yang meningkat di sejumlah wilayah, pemerintah belum menerapkan lagi kebijakan yang sama.

Sumber: Reuters

Baca juga: Aktor Jepang Hiroki Iijima positif COVID-19
Baca juga: Teater Kabuki Jepang dibuka kembali setelah tutup 5 bulan
Pewarta : Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020