Delapan penyandang disabilitas di Pulau Tidung terima bantuan Kemensos

Delapan penyandang disabilitas di Pulau Tidung terima bantuan Kemensos

Lurah Pulau Pari, Mahtum (kanan) memantau proses distribusi bansos dari kapal menuju rumah warga di Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa (4/8/2020). ANTARA/Fauzi Lamboka/aa.

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak delapan penyandang disabilitas di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, mendapatkan bantuan uang tunai dari Kementerian Sosial (Kemensos).

"Bantuan uang tunai berupa uang tunai Rp2 juta per orang per tahun," kata Lurah Pulau Tidung, Hafsah di Jakarta, Rabu.

Bantuan itu diberikan dalam program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) tahun 2020 dari Kemensos.

Hafsah berharap bantuan tersebut bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk keperluan penyandang disabilitas seperti membeli kebutuhan nutrisi termasuk biaya berobat.

Baca juga: Kelurahan Pulau Pari kembalikan 63 paket bansos sembako
Baca juga: 1.642 paket bansos Pemprov DKI disalurkan di Pulau Panggang


Seorang penyandang disabilitas, Salma mengatakan bantuan itu akan digunakan semaksimal mungkin guna kebutuhan berobat dan membeli kebutuhan sehari-hari.

"Terima kasih kepada pemerintah yang memperhatikan kami sebagai kamu penyandang disabilitas yang memiliki banyak kekurangan," kata Salma.

Program ASDP Kemensos diberikan kepada penyandang disabilitas dengan kriteria diantaranya disabilitas sudah tidak dapat direhabilitasi, tidak dapat melakukan aktivitas kehidupannya sehari-hari atau sepanjang hidupnya tergantung pada bantuan orang lain.

Tidak mampu menghidupi diri sendiri dan tidak mampu melakukan aktivitas sosial, tidak dapat melakukan sendiri aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, dan lain-lain.

Tidak mampu menghidupi diri sendiri dan tidak memiliki sumber penghasilan baik dari diri sendiri maupun dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Tidak dapat berpartisipasi secara layak baik dalam aktivitas keluarga di rumah maupun di masyarakat hingga terdaftar sebagai penduduk setempat yang diutamakan dari keluarga tidak mampu.
Pewarta : Fauzi
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020