IHSG diperkirakan menguat sepanjang hari ini, ikuti bursa saham global

IHSG diperkirakan menguat sepanjang hari ini, ikuti bursa saham global

Ilustrasi - Karyawan berdiri di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/pri.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi naik mengikuti penguatan bursa saham global.

IHSG dibuka menguat 20,03 poin atau 0,39 persen ke posisi 5.147,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 4,33 poin atau 0,54 persen menjadi 806,02.

"IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini yang didukung sejumlah faktor salah satunya saham regional Asia yang diperkirakan menguat imbas dari pasar AS yang naik pada perdagangan Rabu kemarin," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis.

Selain itu sentimen lainnya yaitu optimisme bahwa Pemerintah Amerika Serikat akan segera sepakat soal paket bantuan fiskal bagi yang terdampak pandemi, indeks bursa berjangka AS yang dalam posisi menguat, serta rupiah yang diperkirakan apresiasi terhadap dolar AS.

Baca juga: Dolar AS jatuh, dipicu naiknya selera investor pada aset berisiko

Dari domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus hingga 5,32 persen. Secara kuartalan, ekonomi terkontraksi 4,19 persen dan secara kumulatif terkontraksi 1,26 persen.

Kontraksi konsumsi rumah tangga tercatat hingga 5,51 persen. Hanya ada dua komponen yang masih mencatatkan pertumbuhan positif, yakni perumahan dan perlengkapan rumah tangga 2,36 persen, serta kesehatan dan pendidikan 2,02 persen.

Kontraksi yang terdalam adalah restoran dan hotel sebesar 16,53 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal II 2020 juga mengalami kontraksi terdalam kedua sebesar 8,61 persen, dengan seluruh komponen terkontraksi.

Baca juga: Harga emas melonjak lagi 28,3 dolar, meroket ke rekor tertinggi baru

Sementara itu konsumsi pemerintah terkontraksi 6,9 persen. Selain itu ekspor barang dan jasa terkontraksi 11,66 persen. Impor barang dan jasa terkontraksi 16,96 persen, dengan rincian impor barang terkontraksi 12,99 persen dan impor jasa terkontraksi 41,36 persen.

Kendati mengalami pertumbuhan minus pada kuartal II 2020, tetapi Indonesia secara formal belum disebut resesi. Definisi resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut. Indonesia akan resmi masuk jurang resesi jika pertumbuhan ekonomi kembali negatif di kuartal III 2020.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 2,33 poin atau 0,01 persen ke 22.517,18, Indeks Hang Seng turun 175,5 poin atau 0,7 persen ke 24.927,04, dan Indeks Straits Times menguat 27,44 atau 1,08 ke 2.560,13.

Baca juga: Wall Street melambung, Indeks Dow Jones melonjak 373,05 poin

Baca juga: Harga minyak capai tertinggi 5 bulan, stok AS jatuh dan dolar melemah
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020