IHSG masih berpotensi naik seiring bantuan tunai pemerintah

IHSG masih berpotensi naik seiring bantuan tunai pemerintah

Seorang karyawati melintas di dekat monitor pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj/aa.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan berpotensi naik seiring pemberian stimulus bantuan tunai dari pemerintah kepada masyarakat.

IHSG dibuka menguat 0,31 poin atau 0,01 persen ke posisi 5.178,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,73 poin atau 0,09 persen menjadi 810,86.

"Kami melihat stimulus baru pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat, masih dapat memberi sentimen positif hingga akhir pekan ini," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara di Jakarta, Jumat.

Menteri BUMN Erick Tohir sebagai Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memastikan bahwa pemerintah akan memberi Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp600 ribu per bulan selama empat bulan kepada 13,8 juta pekerja bukan PNS dan BUMN yang memiliki setara gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

Masih dari pasar domestik, Bank Indonesia (BI) melakukan private placement atas Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp82,1 triliun sebagai bagian dari program berbagi beban pembiayaan barang-barang publik yang mencapai Rp397,56 triliun.

Dari eksternal, rilis data ekonomi AS semalam kembali menunjukan perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja. Angka klaim tunjangan pengangguran mingguan periode 1 Agustus 2020 turun ke level 1,2 juta jiwa yang lebih baik dari ekspektasi pasar.

Di sisi lain, Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga di level 0,1 persen, yang mendorong kembali penguatan poundsterling terhadap dolar AS yang tengah terjadi sejak awal Juli lalu.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 53,1 poin atau 0,24 persen ke 22.365,05, indeks Hang Seng turun 162,14 poin atau 0,65 persen ke 24.768,44, dan indeks Straits Times melemah 9,72 atau 0,38 ke 2.549,38.

Baca juga: IHSG menghijau seiring naiknya harga komoditas tambang
Baca juga: IHSG ditutup menguat meski ekonomi domestik terkontraksi
Baca juga: Ikuti tren bursa saham global, IHSG ditutup menguat
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020