"Saya belajar banyak hal", kata Zarco setelah pole position di Brno

Pebalap Reale Avintia Racing Johann Zarco memacu motornya dalam babak kualifikasi seri MotoGP Ceko di Sirkuit Masaryk, Brno, Republik Ceko, Sabtu (8/8/2020). Pebalap Reale Avintia Racing Johann Zarco keluar sebagai yang tercepat di sesi Kualifikasi MotoGP Ceko dan berhak atas posisi Pole dengan waktu terbaik 1 menit 55.687 detik, disusul Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dengan waktu +0.303 detik dan posisi ketiga menjadi milk pebalap Petronas Yamaha SRT lainnya Franco Morbidelli dengan waktu +0.311 detik. Sementara Rossi akan memulai start dari posisi ke-10. ANTARA FOTO/REUTERS/David W Cerny/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Johann Zarco terkejut setelah meraih pole position untuk Grand Prix Republik Ceko kendati mengaku masih belajar dengan motor Ducati yang jadi tunggangannya musim ini.

Menunggangi motor Ducati GP19, pebalap tim Esponsorama Racing itu mencetak waktu satu menit 55,687 detik untuk meraih hasil terbaiknya pada kualifikasi musim ini sekaligus pole position keenam sepanjang kariernya dalam kelas premier, demikian laman resmi MotoGP.

Pebalap asal Prancis itu mengungguli duet tim Petronas Yamaha, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, yang akan start dari P2 dan P3.

Itu merupakan pole position pertama Zarco sejak balapan di Sepang, Malaysia 2018.

Baca juga: Cedera lutut, Bagnaia bakal lewatkan balapan Brno dan Austria

"Saya masih tidak percaya sama sekali jika saya berada pada pole position dan saya melakukannya. Ini fantastis.

"Saya merasa baik pada Jumat dan Sabtu dengan ban baru saya mampu melaju pada lap pertama cukup cepat dan itu sudah cukup baik untuk melaju ke Q2 karena saya sedang kembali mempelajari banyak hal dan saya harus memperbaiki diri karena para pebalap lain banyak berkembang dalam dua tahun terakhir," kata Zarco.

Mantan juara dunia Moto2 itu pada tahun lalu dibuang oleh KTM di tengah musim sebelum dilirik oleh LCR Honda untuk membalap dalam tiga seri terakhir menggantikan Takaaki Nakagami yang cedera.

Pebalap berusia 30 tahun itu akhirnya dipinang oleh Avintia Racing, sebelum berganti nama menjadi Esponsorama Racing dan dipersenjatai dengan motor Ducati pada 2019.

Baca juga: Rossi lebih nyaman di atas motor Yamaha tahun ini berkat Munoz

"Dalam kualifikasi dengan ban pertama saya tidak cukup cepat, saya sedikit khawatir karena suhunya hangat dan slide lebih banyak dari pada sesi pagi tapi saya tetap tenang.

"Saya membuntuti sekelompok pebalap yang berada di depan saya dan dengan itu saya bisa mengendalikan jauh lebih baik lapku dan saya mendapati kejutan dengan waktu lap yang sangat bagus ini, jadi kita ambil baiknya sekarang dan kita lihat besok."
Menggunakan motor spesifikasi tahun lalu, Zarco membuktikan diri mampu lebih cepat dari pebalap Ducati lainnya seperti Danilo Petrucci, Andrea Dovizioso, dan Jack Miller yang menggunakan mesin spesifikasi 2020 namun dia tak ingin mencari musababnya.

"Hanya senang dengan motor saya saat ini, dan saya rasa untuk Ducati memiliki motor 2020 atau motor 2019 yang masih bisa memberikan hasil bagus akan memberi informasi yang sangat penting. Tapi bagi setiap brand, situasi seperti ini menarik untuk lebih dikembangkan di masa depan."

Baca juga: Quartararo incar hattrick historis di Brno
Baca juga: Bos Repsol Honda ungkap penyebab pelat di lengan Marquez patah
Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020