Presiden minta pembukaan wilayah harus dengan tahapan prakondisi

Presiden minta pembukaan wilayah harus dengan tahapan prakondisi

Presiden Joko Widodo. (ANTARA/twitter @jokowi/pri)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta kepada semua pihak khususnya pemerintah daerah agar saat melakukan pembukaan suatu wilayah yang telah dinyatakan aman dari COVID-19, tetap harus dengan tahapan prakondisi.

“Sudah berkali-kali kita sampaikan, membuka sebuah wilayah dengan kondisi yang ada, jangan langsung dibuka, ada tahapan-tahapan prakondisi, diprakondisikan dulu,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandung, Selasa, dalam Pengarahan Presiden RI melalui video converence untuk Penanganan COVID-19 Terintegrasi di Provinsi Jawa Barat.

Ia menambahkan setelah diprakondisikan, rencana pembukaan wilayah juga harus disesuaikan dengan ketepatan dalam 'timing' atau memilih waktu yang tepat.

Baca juga: Kunker ke Jabar, Presiden tekankan masker adalah kunci

Menurut Presiden, pemilihan waktu harus sangat tepat dan harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Jangan sampai kita menyampaikan masuk ke ‘new normal’ kita tidak ada masalah, ini yang harus diingatkan ke masyarakt ‘timing’ membuka penting sekali,” katanya.

Setelah itu, katanya, sektor yang akan dibuka juga harus dipertimbangkan sesuai dengan prioritas.

Baca juga: Presiden Jokowi: Ekonomi RI masih berpeluang kembali ke tren positif

“Prioritas sektor yang dibuka, sektor mana dulu, sektor risiko rendah didahulukan, yang risiko tinggi di belakang saja,” katanya.

Kepala Negara menegaskan soal pentingnya untuk membuat kegiatan ekonomi dan kesehatan berjalan seiring. Sebab keduanya sama-sama penting agar tidak kemudian menimbulkan problem sosial yang berarti di kalangan masyarakat.

“Urusan kesehatan dan ekonomi dua hal sama-sama penting, tidak bisa kita hanya mengurusi urusan COVID-19 tapi ekonomi tidak diurus, akan menimbulkan problem sosial ekonomi di masyarakat,” kata Presiden.

Baca juga: Presiden tinjau fasilitas pelaksanaan uji klinis vaksin COVID-19
Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020