Polda Sumsel tambah pasukan bantu cegah karhutla di daerah rawan

Polda Sumsel tambah pasukan bantu cegah karhutla di daerah rawan

Polda Sumsel tambah pasukan perkuat satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah rawan. (ANTARA/Yudi Abdullah/20)

Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melakukan penambahan pasukan sebanyak 159 personel untuk memperkuat satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima kabupaten yang tergolong rawan karhutla pada musim kemarau 2020 ini.

"Penambahan pasukan itu untuk memperkuat satgas di Polres Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Pali agar bisa dilakukan pencegahan karhutla secara maksimal," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi di Palembang, Selasa.

Penambahan pasukan sebanyak 159 personel dengan perincian ke Polres Musi Banyuaisn 23 personel Satbrimob, Polres Banyuasin 17 personel Satbrimob dan 14 personel Dit Samapta.

Baca juga: Sumatera Selatan siagakan sembilan unit helikopter atasi karhutla

Kemudian ke wilayah Polres Ogan Ilir sebanyak 10 personel Satbrimob dan 14 Dit Samapta, Polres Ogan Komering Ilir 40 personel Satbrimob dan 31 Dit Samapta serta Polres Pali 10 personel Satbrimob.

Dia menjelaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya, penyebab karhutla salah satunya oleh perbuatan atau ulah masyarakat.

Pembakaran pada musim kemarau sengaja dilakukan masyarakat untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan alasan biaya yang murah, ungkapnya..

Dia mengatakan kegiatan pembakaran yang merupakan kebiasaan buruk masyarakat tersebut sekarang ini dilarang keras karena dampak atau kerugian yang ditimbulkan dari karhutla sangat banyak baik bagi manusia maupun keberlangsungan hidup flora dan fauna.

Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan kerusakan habitat atau lingkungan sehingga mempengaruhi keberlangsungan flora dan fauna, terancamnya keanekaragaman hayati dan terganggunya keseimbangan ekosistem.

Baca juga: Sumatera Selatan andalkan kolaborasi multipihak cegah karhutla

Selain itu, katanya, juga meningkatnya potensi bencana terjadi sedimentasi sungai, terjadi erosi tanah, timbulnya kabut asap dan polusi udara serta meningkatnya risiko pemanasan global.

Begitu pula bagi kesehatan manusia, kata Kombes Supriadi, kabut asap atau polusi udara dari karhutla dapat mengakibatkan penyakit infeksi saluran pernapasan (Ispa) dan iritasi pada mata dan kulit.

Dampak buruk bagi bidang ekonomi, terganggunya roda perekonomian secara global maupun nasional yang berdampak pada masyarakat di kalangan bawah sehingga berpotensi terhadap situasi keamanan meningkatnya kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor dan begal.

Bidang pendidikan, terganggunya sistem kurikulum pendidikan di mana pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan pelajar atau belajar di rumah.

Bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas terganggunya jarak pandang para pengguna jalan yang sangat pendek sehingga memiliki potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

"Melihat dampak karhutla yang cukup besar itu, pihaknya berupaya mencegah dan membantu penanggulangan karhutla serta menegakkan hukum bagi masyarakat yang terbukti secara sengaja melakukan pelanggaran larangan membakar lahan pertanian/perkebunan dan hutan pada musim kemarau," ujar Supriadi.

Baca juga: Cegah karhutla di Sumsel, KPH dijadikan andalan
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020