Warga Inggris sambut anjuran pemerintah untuk makan di luar

Warga Inggris sambut anjuran pemerintah untuk makan di luar

Biasanya di depan pintu masuk atau jendela dipasang tulisan "Eat Out to Help Out" seperti pada jendela Restoran Nanncy Kitchen yang ada di kota Clacton on Sea- Essex, Inggris. (Zeynita Gibbons)

London (ANTARA) - Warga Inggris menyambut anjuran pemerintah yang melancarkan skema 'Makan di Luar untuk Membantu', (Eat Out to Help Out ) yang memungkinkan semua orang di Inggris dapat menghemat hingga £10 saat mereka makan di luar karena mendapat diskon harga hingga 50 persen.

Kebijaksanaan Pemerintah Inggris yang disebut dengan ”Giveaway” atau hadiah ini, diluncurkan secara resmi pada awal Agustus, dirancang untuk menggoda lebih banyak orang agar keluar dari rumah dan masuk ke toko dan restoran dalam upaya meningkatkan ekonomi yang terdampak pandemi.

“Kami ikut anjuran pemerintah makan di luar guna membantu bisnis restoran setempat," ujar perempuan Indonesia bersuamikan warga Inggris Vie Alexandra kepada Antara London, Jumat.

Vie, seorang pekerja sosial yang antara lain membantu lansia melalui terapi seni, bersama suami, Raymond, dan dua buah hati mereka, Paulus dan Isabelle, baru-baru ini makan malam di Tobby Carvery, rumah makan yang menghidangkan makanan yang dipanggang secara prasmanan.

Menurut Vie yang juga seorang penari dan sering tampil dalam berbagai acara baik yang digelar KBRI London maupun dalam acara festival, skema yang dilancarkan pemerintah Inggris ini tentunya akan bisa menghidupkan kembali bisnis restoran.

Program yang dilancarkan oleh pemerintah Inggris ini juga tidak disia-siakan oleh warga Indonesia lainnya yang menetap di London seperti Yunni Marsid, yang sebenarnya senang memasak.

Makan di restoran Jepang bento yang biasanya 7 pounds bisa setengah harga lengkap dengan miso sup nya, ujar Yunni yang bersama suami dan anak-anak makan di Restauran Nandos dengan menu serba ayam ini.

“Suami saya senang makan apapun yang terbuat dari ayam,” ujar Yunni yang mengajak rekan-rekannya untuk menikmati kesempatan makan murah ini karena hanya sampai akhir Agustus.

"Kapan lagi dapat separo harga," ujar Yunni.

Sementara itu pengusaha restoran dan cafe Faringdon, Harmein Pribadi mengaku kalau cafe miliknya yang berada di kota Faringdon tidak jauh dari Oxford tidak sempat didaftarkan untuk ikut skema makan dengan harga diskon tersebut .

Pengusaha restoran atau cafe di Inggris harus mendaftarkan usahanya kepada pemerintah agar bisa mengikuti skema "Eat Out to Help Out" ini karena pemerintah akan membayarkan 50 persen biaya yang dikeluarkan oleh warganya yang ingin makan di luar.

“Custumer pun juga tidak ada yang tanya dan complain untuk hal tersebut," katanya, sambil menambahkan bahwa walau pihaknya tidak sempat daftar, orang yang pesan tempat di restorannya cukup banyak.

Menurut Harmein, restorannya yang menyajikan makan malam di meja terpaksa harus mengurangi jumlah tamu sesuai dengan arahan protokol COVID-19. Para tamu harus pesan tempat dulu, daftar tunggu untuk Senin sampai Rabu sudah penuh karena tempatnya terbatas dan hanya bisa menampung antara 25 sampai 40 tamu.

Skema yang hanya berlangsung hingga akhir Agustus hanya tersedia pada hari Senin, Selasa, dan Rabu tidak termasuk biaya layanan dan minuman Alkohol dan makanan jika dibawa pulang.

Menurut laporan media, restoran besar termasuk Nando's, Pizza Hut, Wagamama dan Frankie & Benny’s ikut dalam skema diskon 50% itu.

Menurut survei oleh badan perdagangan UKHospitality, yang dilansir Financial Times, lebih dari 80 persen pub dan restoran ikut serta dalam skema tersebut.


Baca juga: Peneliti: hampir 6 persen orang di Inggris pernah derita COVID-19

Baca juga: Menteri Keuangan Inggris lihat tanda menjanjikan pemulihan ekonomi
Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020