Paus serukan dialog Mesir, Ethiopia dan Sudan terkait bendungan Nil

Paus serukan dialog Mesir, Ethiopia dan Sudan terkait bendungan Nil

Air di Sungai Nil Biru mengalir menuju bendungan Great Renaissance Dam milik Ethiopia di Guba Woreda, sekitar 40 km dari perbatasan Ethiopia dengan Sudan, 28/6/2013. (ANTARA/REUTERS/Tiksa Negeri/tm) (Reuters)

Vatican City (ANTARA) - Paus Fransiskus pada Sabtu menyerukan dialog antara Mesir, Ethiopia dan Sudan, seraya mendesak mereka agar tidak membiarkan sengketa bendungan sungai Nil berkembang menjadi konflik.

Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD), yang sedang dibangun sekitar 15 km dari perbatasan Ethiopia dengan Sudan, menjadi biang permasalahan antara ketiga negara itu.

"Saya mengajak semua pihak yang terlibat agar melanjutkan jalur dialog sehingga sungai yang tak pernah mengering itu akan terus menjadi sumber kehidupan, yang menyatukan dan tidak memecah belah, yang mempertahankan persahabatan, kemakmuran dan persaudaraan bukan permusuhan, kesalahpahaman serta konflik," kata Paus.

Paus menyampaikan pesan Angelus pada Pesta Nama Maria Assumpta, salah satu perayaan terpenting umat Katolik yang didedikasikan untuk Bunda Maria.

Mesir, yang khawatir bahwa proyek bendungan dapat menyebabkan krisis air di hulu, mengancam akan mundur dari putaran diskusi terbaru. Sementara, Sudan merasa prihatin dengan keamanan bendungan tersebut.

Sumber: Reuters

Baca juga: Mesir terima undangan soal sengketa bendungan Ethiopia

Baca juga: Ethiopia tingkatkan upaya pembangunan bendungan Sungai Nil

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2020