Monumen pejuang Bambang Soegeng dibersihkan warga Temanggung

Monumen pejuang Bambang Soegeng dibersihkan warga Temanggung

Sejumlah warga melakukan kerja bakti dengan membersihkan kawasan monumen pejuang kemerdekaan Bambang Soegeng di Gumuk Godek, Kelurahan Madureso, Kabupaten Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)

Temanggung, Jateng (ANTARA) - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia puluhan warga dari berbagai komunitas melakukan kerja bakti membersihkan kawasan monumen pejuang kemerdekaan Bambang Soegeng di Gumuk Godek, Kelurahan Madureso, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu.

Dalam kerja bakti tersebut, mereka menyapu sampah dan juga memotong ranting-ranting pohon baik dari pintu masuk hingga di sekitar kawasan monumen sehingga kelihatan bersih dan rapi.

Bambang Soegeng merupakan salah satu pejuang kemerdekaan yang ikut dalam pertempuran serangan 1 Maret 1949. Ia dimakamkan di kompleks makam pejuang di Kranggan sebelah Jembatan Progo Temanggung.

Seorang veteran Kuwat, yang terlibat dalam kegiatan kerja bakti tersebut menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kegiatan bersih-bersih ini juga untuk menumbuhkan kembali jiwa semangat 45, karena nilai-nilai perjuangan generasi muda saat ini semakin terlupakan," katanya.

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa dilakukan di lokasi bersejarah lainnya dengan harapan dapat menjadi edukasi kepada para generasi muda akan sejarah perjuangan bangsa.

Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresisi kepada masyarakat yang telah peduli dengan keberadaan monumen pejuang ini.

"Tanpa diperintah, dengan kesadaran sendiri masyarakat melakukan kerja bakti bersih-bersih di kawasan monumen ini. Kondusi monumen yang kemarin kotor kini sudah bersih," katanya.

Ia berharap melalui kegiatan ini bisa menyebarkan virus kebaikan kepada masyarakat yang lain.

Menyinggung kawasan monumen yang agak terbengkalai, dia menuturkan sebenarnya ada anggaran untuk merawat monumen ini, namun anggaran yang ada direfocusing untuk penanganan COVID-19 dan ke depan akan dianggarkan lagi.

Baca juga: Kasus DBD di Temanggung sudah mulai terkendali, sebut Kemenkes

Baca juga: Puluhan pegawai Kemenkeu upacara Hari Lahir Pancasila di Temanggung

Baca juga: 860 penari akan meriahkan "Temanggung Night Carnival"
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020