JK sebut lepaskan bangsa dari COVID-19 jadi tantangan tahun ini

JK sebut lepaskan bangsa dari COVID-19 jadi tantangan tahun ini

Dokumentasi - Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla dalam jumpa pers daring bersama Satgas Penanganan COVID-19, di Jakarta, Kamis (30/7/2020). ANTARA/HO-BNPB/am.

Jakarta (ANTARA) - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengatakan, upaya untuk melepaskan bangsa ini dari ancaman Covid-19 yang membahayakan menjadi tantangan seluruh masyarakat di tanah air tahun ini saat Indonesia memperingati hari ulang tahun ke-75 tahun kemerdekaannya.

“Sekarang tantangan lain lagi, bagaimana melepaskan bangsa daripada Covid-19 yang membahayakan,” kata Kalla dalam pernyataan secara virtual yang ditayangkan serangkai dengan upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Senin.

Baca juga: Pengibaran bendera sambut HUT RI di Jakpus hanya libatkan pasukan inti

Kalla yang hadir secara virtual dalam upacara dDetik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI itu mengatakan, saat ini baik generasi muda, tua, anak-anak memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

Sepanjang memiliki inovasi dan kreativitas, kata dia, semua orang punya peluang dan semangat yang sama untuk berkembang.

“Generasi muda, generasi tua, siapa saja, anak-anak memiliki kesempatan selama mempunyai inovasi, kreativitas. Itu dasarnya adalah suatu spirit untuk maju, karena setiap masa bangsa ini mempunyai tahap-tahap perjuangan,” katanya.

Baca juga: Menkumham: Perayaan kemerdekaan jadi momentum tingkatkan kinerja

Ia mencontohkan, pada masa 1920-1930-an, Indonesia memasuki masa untuk melakukan pencarian jati diri dan identitas kebangsaan.

Berlanjut pada era 1940an, Indonesia memasuki era berjuang untuk meraih kemerdekaan. “Setelah itu kita berjuang utk kemajuan kemakmuran bangsa dalam pembangunan,” katanya.

Baca juga: Gubernur NTT apresiasi kinerja tenaga medis pada HUT kemerdekaan

Kemudian saat ini adalah masa-masa yang penuh tantangan untuk berjuang melepaskan diri dari pandemi Covid-19. “Ini semua masa-masa perjuangan yang berbeda-beda dan semua harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata satu-satunya laki-laki yang pernah dua kali menjadi wakil presiden di bawah kepemimpinan dua presiden yang berbeda.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020