Bukalapak maknai Kemerdekaan dengan mendukung produk lokal

Bukalapak maknai Kemerdekaan dengan mendukung produk lokal

Logo Bukalapak. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Platform dagang online Bukalapak memaknai Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 dengan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi guna mendukung ketahanan ekonomi di tengah pandemi.

"Meskipun tahun ini bangsa Indonesia harus merayakan kemerdekaan dengan cara yang tidak seperti biasanya, kami di Bukalapak tetap mengibarkan tekad bahwa kita akan tetap merdeka dari rasa pesimis. Dengan keberadaan 90 juta pengguna, 6 juta pelapak dan 5 juta mitra Bukalapak dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia mari kita bersama membangun ekonomi negeri ke arah yang lebih baik," kata CEO Rachmat Kaimuddin, dalam keterangan pers, Senin.

Bukalapak mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia, menurut Rachmat, partisipasi masyarakat dalam gerakan tersebut dapat berdampak pada keberlangsungan UMKM nasional.

"Kualitas produk semakin baik, preferensi selera lokal yang semakin meluas, dan beragamnya inovasi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat menjadi kesempatan bagi para produsen lokal untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Bukalapak menyatakan antusiasme masyarakat untuk program Bangga Buatan Indonesia tingi, ditandai dengan penambahan jumlah pelaku UMKM yang bergabung ke platform tersebut dan jumlah barang yang dipasarkan setiap hari.

"Sejalan dengan seruan Presiden Joko Widodo bagi platform teknologi untuk mendukung transformasi kemajuan bangsa, kami di Bukalapak selalu berjuang untuk terus mendukung, mendampingi serta mendorong para pelaku UMKM agar mendapat kesempatan bisnis dan kehidupan yang lebih baik lewat akses teknologi," kata Rachmat.

Platform unicorn tersebut memberikan promosi berupa diskon dan gratis ongkos kirim untuk produk lokal.

Baca juga: Bukalapak luncurkan fitur Bayar Tempo untuk warung

Baca juga: Bukalapak benarkan kabar Fajrin Rasyid pindah ke Telkom

Baca juga: Surat bebas corona dijual bebas, Tokopedia dan Bukalapak bertindak
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020