Anggota DPR sebut kemerdekaan harus dirasakan seluruh pelosok negeri

Anggota DPR sebut kemerdekaan harus dirasakan seluruh pelosok negeri

Warga mementaskan teatrikal pertempuran di kawasan Mulyorejo Selatan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/8/2020). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR Nevi Zuairina mengatakan kemerdekaan yang hakiki adalah merdeka dengan kehidupan yang lebih baik untuk seluruh pelosok negeri.

"Negeri ini sangat tinggi ketimpangannya baik dari sisi pemerataan berdasar wilayah, maupun dari sisi kualitas hidup orang-per orang. Bukti nyatanya, rakyat miskin bangsa ini sangat besar dari sisi jumlah maupun dari sisi tingkat kehidupannya yang biasa dilihat dari Indeks Pembangunan Masyarakat", tutur Nevi Zuairina dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Menurut dia, setelah 75 tahun Indonesia merdeka, upaya melanjutkan dan menjalani kehidupan secara lebih baik secara merata dengan adil masih jauh dari harapan.

Baca juga: HUT ke-75 RI, Sandi: Merdeka secara ekonomi dan kalahkan pandemi
Baca juga: Zaskia Adya Mecca gelar upacara 17 Agustus di rumah
Baca juga: Merah Putih sepanjang 75 meter dibentangkan di Bukit Modus TN Rawa Opa


Pemerataan kemakmuran disebutnya pekerjaan rumah yang paling besar kini oleh segenap bangsa Indonesia meskipun tanahnya sangat kaya sumber daya alam.

Terkait penyampaian pidato Presiden Jokowi pada sidang tahunan MPR, anggota legislatif asal Sumatera Barat mengingatkan agar realisasinya tidak hilang begitu saja.

"Rakyat Indonesia tidak butuh buaian kata-kata manis yang membuat terlena," kafa Nevi Zuairina.

Ia meminta kepada pemerintah, agar semua pidato presiden dalam rangka sidang tahunan diikuti dengan kerja nyata karena rakyat saat ini butuh perlindungan dari serangan resesi ekonomi.

Nevi berharap agar seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah memastikan implementasi pidato tersebut pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Ada pun peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di tengah pandemi COVID-19 terasa berbeda, misalnya tidak ada kemeriahan pagelaran lomba mau pun acara yang meriah, tetapi tidak mengurangi maknanya.
Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020