RSUD Palabuhanratu rawat lima pasien kritis akibat tersambar petir

RSUD Palabuhanratu rawat lima pasien kritis akibat tersambar petir

Ilustrasi - Seorang petani yang sedang berkebun tewas akibat tersambar petir di Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Antara/Dok/Aditya Rohman)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merawat intensif lima warga Kabupaten Lebak, Banten, yang tersambar petir usai menyaksikan pertandingan sepak bola dalam perayaan HUT Kemerdekaan ke-75 RI.

"Kami mendapat informasi ada 23 warga yang tersambar petir saat berteduh untuk menunggu hujan reda di Lapang Lebakgadog, Kampung Cikareo, Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak. Akibat kejadian ini tiga warga meninggal di tempat dan lima menjalani perawatan intensif di RSUD Palabuhanratu karena kritis, sementara sisanya mengalami luka ringan," kata Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri di Sukabumi, Selasa.

Menurutnya, walaupun lokasi kejadian bukan di wilayah Kabupaten Sukabumi, tetapi di Kabupaten Lebak, namun karena berada tepat di perbatasan dan fasilitas rumah sakit lebih dekat dengan Kabupaten Sikabumi maka sejumlah korban yang kondisinya kritis dirujuk ke RSUD Palabuhanratu.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berawal saat warga yang usai menyaksikan pertandingan sepak bola di Lapangan Lebakgadog berteduh di sekitar lapang, karena turun hujan deras pukul 16.30 WIB pada Senin, (17/8).

Baca juga: Kapal nelayan Sungailiat tenggelam akibat tersambar petir

Baca juga: Tiga warga Manggarai tewas disambar petir


Tiba-tiba petir besar menyambar sekumpulan warga yang sedang berteduh tersebut, akibatnya sejumlah korban terkapar. Suasana pun semakin panik, setelah ada tiga warga yang tewas di lokasi dan beberapa diantaranya tidak sadarkan diri.

Tidak lama petugas gabungan tiba di lokasi yang langsung mengevakuasi seluruh korban ke Puskesmas Cilongrang, namun karena kondisinya kritis akhirnya saat itu tiga warga langsung dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan perawatan intensif.

Jumlah korban kritis yang dirawat di RSUD Palabuanratu pada Selasa, pun bertambah dua orang, sehingga saat ini totalnya menjadi lima orang. Adapun tiga nama pasien kritis yakni Dindi, Suryadi dan Patimah, sementara dua lainnya masih dalam pendataan.

Adapun korban meninggal dunia yakni Irpan (16) warga Kampung Cikondang, Desa Cikatomas, Subadri (50) warga Kampung Cikareo, Desa Girimukti dan Ajid (17) warga Kampung Cijambe, Desa Pasirbungur, Kecamatan Cilongrang, Kabupaten Lebak.

Tidak menutup kemungkinan jumlah korban yang dirujuk ke rumah sakit milik Pemkab Sukabumi ini bertambah, karena masih terdapat beberapa warga yang mengalami luka berat. "Pada kejadian ini kami sifatnya hanya memantau saja dan bersiaga, jika sewaktu-waktu dimintai bantuan oleh petugas dari Pemkab Lebak," katanya.

Di sisi lain, Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna memasuki musim hujan warga harus siaga dan waspada, apalagi kerap turun hujan disertai petir yang berpotensi terjadinya bencana.

Maka dari, saat terjadi petir warga agar tidak berada di ketinggian, lokasi lapangan atau lahan terbuka, tidak berteduh di bawah pohon dan yang selalu diabaikan adalah mematikan handphone atau telepon seluler serta menghindari bangunan maupun benda yang bisa menghantarkan arus listrik.

Kejadian 23 warga di Kabupaten Lebak tersambar petir harus menjadi pelajaran, agar saat turun hujan disertai petir untuk segera mencari tempat aman, karena terdapat beberapa kasus warga Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia akibat tersambar petir.*

Baca juga: Petani Sukabumi tewas tersambar petir saat berkebun

Baca juga: Pekerja pembangunan jembatan kayu di Palangka Raya disambar petir
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020