Pasukan Perdamaian di Sudan gelar upacara Kemerdekaan dengan khidmat

Pasukan Perdamaian di Sudan gelar upacara Kemerdekaan dengan khidmat

Suasana pelaksanaan upacara Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI di markas sementara FPU XI Unamid di Golo, Sudan, Senin pagi waktu setempat (17/8/2020). (ANTARA/HO-Humas FPU XI Unamid)

Mataram (ANTARA) - Pasukan Penjaga Perdamaian Formed Police Unit (FPU) XI United Nation-African Union Mission in Darfur (Unamid) di Darfur, Sudan, menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan RI dengan penuh khidmat.

"Mewakili pasukan perdamaian di Sudan, kami menyampaikan, Dirgahayu ke-75 Republik Indonesia. Indonesia Maju," kata Pasi Humas FPU XI Unamid Iptu Made Dimas Widiantara membuka keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA di Mataram, Selasa.

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI, jelasnya, berlangsung dengan khidmat pada Senin (17/8) pagi waktu setempat, di markas sementara FPU XI Unamid di Golo, Darfur, Sudan.

Dalam pelaksanaannya, Iptu Trifonia Situmorang, Polwan lulusan Akpol 2013 dengan jabatan Pasi Minpers FPU XI Unamid, bertugas sebagai komandan upacara. Kemudian sebagai inspektur upacaranya adalah Kasatgas FPU XI Unamid AKBP Henzly Moningkey.

Baca juga: KBRI Phnom Penh gelar upacara di gedung baru, taati protokol kesehatan

Baca juga: HUT ke-75 RI dirayakan di Hongaria di tengah pandemi COVID-19


Petugas maupun seluruh peserta upacara, kata dia, melaksanakan pengibaran Sang Saka Merah Putih dengan tetap menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19. Namun, ada hal yang unik dari pelaksanaannya, yakni seluruh petugas upacara diperankan oleh anggota polwan.

"Mulai dari danup, pengucap pembukaan UUD 1945, pengucap teks proklamasi, petugas pengibar bendera, pemandu upacara, sampai dirijen, semua polwan," ujar Dimas yang pernah bertugas sebagai Spripim Polda NTB di zaman kepemimpin Komjen Pol Firli yang kini menjabat Ketua KPK.

Menurut dia, polwan yang ikut berjuang membawa harum nama bangsa dalam menjaga perdamaian di negeri Afrika ini sudah sepatutnya mendapatkan apresiasi. Karena selama mengemban tugas dan tanggung jawab, mereka telah membuktikan kemampuannya.

Apalagi di tengah pandemik COVID-19, mereka yang masih tertahan pulang ke Indonesia, harus bersabar menanggung rasa rindu untuk berkumpul kembali bersama keluarga.

"Rata-rata senang bercampur sedih karena harus meninggalkan keluarga, istri, suami, anak. Bahkan untuk mengobati rasa rindu, kami mengandalkan komunikasi melalui WiFi kantor yang dijadwalkan seminggu dua kali," ucap Perwira Polri yang juga pernah bertugas sebagai Kanit Reskrim Polsek Senggigi ini.

Pasukan FPU XI Unamid mulai bertugas di Sudan sejak 9 Maret 2019 lalu. Pasukan ini mendapat UN Medal pada 9 Februari 2020 dari Deputy Joint Special Representative Unamid Madam Anita Kiki Gbeho. UN Medal adalah penganugerahan PBB untuk dedikasi pasukan penjaga perdamaian.

Untuk Polda NTB, terdapat tiga perwakilan yang ikut bergabung bersama pasukan FPU XI Unamid. Mereka adalah, Iptu Made Dimas Widiantara; Brigadir Usman yang mewakili Satbrimob Polda NTB sebagai pelatih beladiri; dan Brigadir Syarifudin dari Satbrimob Polda NTB pasukan Wanteror.

Baca juga: KBRI Canberra adakan upacara HUT RI dengan protokol kesehatan ketat

Baca juga: Peringatan HUT ke-75 RI, Indonesia Raya berkumandang di Argentina
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020