Pejabat: Semua orang berkontribusi tangani COVID-19 bisa jadi pahlawan

Pejabat: Semua orang berkontribusi tangani COVID-19 bisa jadi pahlawan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kedua kanan) dan Menristek / Kepala Badan Riset dan Inovasi, Bambang Brodjonegoro (kiri) menghadiri peluncuran alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Pemerintah meluncurkan alat tes cepat COVID-19 yang diberi nama RI-GHA Covid-19 dan menargetkan dapat diproduksi sebanyak 200 ribu rapid pada Juli dan 400 ribu di Agustus 2020. ANTARA FOTO/Arnold/aww.

Jakarta (ANTARA) - Asisten Deputi Penanganan Pascabencana Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nelwan Harahap mengatakan semua orang yang berkontribusi dalam penanganan COVID-19 dan memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat adalah pahlawan.

"Sukarelawan dan pekerja di semua sektor yang berdedikasi untuk sama-sama bertahan melawan COVID-19, tidak terkecuali petani yang menjamin pasokan pangan dan pelaku usaha logistik, itulah pahlawan yang sesungguhnya," katanya dalam bincang-bincang Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia dari Graha BNPB, Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan jutaan manusia di seluruh dunia telah terpapar COVID-19. Hal itu membuat relawan dari berbagai lembaga, masyarakat sipil, dan lembaga swadaya masyarakat terpanggil untuk berbuat sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Menurut Nelwan, Indonesia memiliki potensi dari seluruh komponen bangsa untuk terlibat dalam penanganan COVID-19 secara langsung maupun tidak langsung. Pandemi COVID-19 merupakan momentum baik untuk bergotong royong melalui aksi nyata.

"Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan antara pemerintah dan nonpemerintah. Momentum untuk saling menguatkan dan mendukung, bersama-sama melawan COVID-19," katanya.

Baca juga: Gugus Tugas: Tenaga medis adalah pahlawan kemanusiaan

Baca juga: Anies: Masyarakat yang tetap di rumah adalah pahlawan


Baca juga: Andrea Dian-Ganindra Bimo, petugas medis pahlawan super di dunia nyata

Indonesia adalah negara yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang banyak, karena itu, ia mengatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani bencana pandemi COVID-19 yang dampaknya cukup besar.

Bentuk penghargaan pemerintah kepada masyarakat dalam penanganan COVID-19 adalah memberikan ruang yang sama pada setiap orang untuk berbuat.

"Pelindungan sosial untuk tenaga paramedis dan relawan yang terlibat dalam penanganan COVID-19 sudah disiapkan," kata .Nelwan Harahap.

Eksekutif Humanitarian Forum Indonesia Surya Rahman Muhammad mengatakan relawan sudah mengabdikan diri untuk membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Masyarakat dapat memberikan dukungan kepada para relawan, setidaknya dengan menuruti apa yang disampaikan relawan. Seringkali relawan berhadapan dengan masyarakat yang ngeyel," katanya. 

Baca juga: Disambut bak pahlawan, warga Tulungagung sambut tenaga medis sembuh

Baca juga: Ragam sumbangsih bagi pahlawan kesehatan di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: Sekolah Relawan bantu makanan untuk paramedis
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020