Akademisi: Tahun Baru Hijriah momentum perbanyak zikir

Akademisi: Tahun Baru Hijriah momentum perbanyak zikir

Akademisi IAIN Purwokerto Muridan (ANTARA/HO - dok. pribadi)

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto Muridan mengatakan Tahun Baru Hijriah merupakan momentum yang tepat untuk memperbanyak zikir, berfikir dan juga bergerak untuk hal-hal yang bermanfaat bagi sesama.

"Tahun Baru Hijriah yang saat ini diperingati dalam suasana pandemi COVID-19 menjadi momentum untuk berzikir dan juga menumbuhkan kesadaran diri agar dapat makin bermanfaat bagi sesama," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.

Kepala Laboratorium Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto itu menjelaskan Tahun Baru Hijriah 1 Muharam 1442 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya pandemi COVID-19.

"Kegiatan keagamaan yang biasanya ramai dilakukan di masjid, tahun ini terasa sepi karena masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19, walaupun demikian masyarakat tetap dengan khidmat merayakan dengan beribadah di rumah masing-masing," katanya.

Baca juga: Pemkot Jaksel resmikan masjid berarsitektur Tionghoa

Baca juga: Doa dan harapan selebritas di perayaan Tahun Baru Islam


Dia menambahkan pandemi COVID-19 menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperbanyak kegiatan berzikir dan mengingat Allah SWT serta berdoa memohon pertolongan-Nya agar wabah ini cepat selesai.

"Pandemi COVID-19 mendorong kita untuk mempergunakan akal untuk berfikir cepat dan tepat dalam mencari solusi atas wabah ini. Bagi Allah menarik wabah adalah sesuatu yang mudah, tetapi Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk mempergunakan akalnya dan berfikir keras untuk menemukan obat dan teori yang tepat untuk mengatasi dampak pandemi," katanya.

Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa berfikir cepat dan tepat juga harus diiringi dengan tindakan nyata.

"Teori hanyalah teori dan tidak berdampak apa-apa, jika tidak ada upaya untuk bergerak menerapkannya. Masyarakat yang mampu harus bergerak bahu membahu menolong masyarakat yang terdampak secara ekonomi misalnya. Gerakannya dapat dilakukan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa upaya berzikir, berfikir dan bergerak harus berorientasi kepada hal yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

"Semuanya harus beriringan, berzikir, mengingat Allah sekaligus berfikir dan bergerak dengan tujuan untuk membangun atas dasar kemanfaatan bagi kemanusiaan," katanya.

Karena itu, menurut dia, Tahun Baru Hijriah yang saat ini diperingati dalam suasana pandemi COVID-19 perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

"Caranya dengan memperbanyak zikir, berfikir, dan bergerak untuk hal-hal yang bermanfaat tadi. Bermanfaat di sini bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi umat manusia," katanya.*

Baca juga: JK: Syekh Yusuf adalah ulama sekaligus panglima perang

Baca juga: Dosen IAIN: Tahun baru Islam momentum kebangkitan umat

Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020