Kolonel Goita nyatakan diri sebagai pemimpin Mali

Kolonel Goita nyatakan diri sebagai pemimpin Mali

Para pendukung Imam Mahmoud Dicko dan partai politik oposisi lainnya menghadiri protes massa menuntut pengunduran diri Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita di Bamako, Mali 11 Agustus 2020. ANTARA/REUTERS / Rey Byhre/pri. (REUTERS/STRINGER)

Bamako (ANTARA) - Kolonel Angkatan Darat Assimi Goita menyatakan diri sebagai kepala junta (dewan pemerintahan) Mali, yang menggulingkan Presiden Ibrahim Boubacar Keita melalui kudeta pada Selasa (18/8).

Juru bicara Goita, sementara itu, berupaya meyakinkan rakyat bahwa kehidupan sehari-hari kembali normal mulai Kamis.

"Saya, Kolonel Assimi Goita, presiden Komite Nasional untuk Penyelamatan Rakyat (CNSP)," kata Assimi, yang mengenakan seragam tempur, kepada para wartawan, Kamis.

Anggota-anggota junta pada Rabu (19/8) malam melakukan pertemuan dengan para pejabat pemerintah untuk memetakan pengembalian stabilitas, satu hari setelah Presiden Keita ditahan dalam kudeta.

Kudeta mengguncang negara itu, yang selama ini didera kerusuhan sipil dan pemberontakan kalangan garis keras.

Kudeta juga dikecam oleh kalangan internasional dan organisasi-organisasi kawasan.

"Menyusul peristiwa kemarin yang menyebabkan pergantian kekuasaan, kami percaya bahwa adalah tugas kami untuk menyatakan posisi kami kepada sekretaris jenderal (kementerian), sehingga mereka mungkin dapat segera bekerja," kata Goita.

Baca juga: Presiden dan PM Mali ditahan pemberontak

Baca juga: Presiden Mali menyatakan mundur usai ditahan militer


Tidak terlalu ada keterangan soal kepemimpinan junta, yang mencakup beberapa kolonel lainnya.

Ibu Kota Bamako untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis terlihat tenang, kata seorang wartawan Reuters.

Orang-orang tampaknya mengindahkan seruan juru bicara junta, Kolonel Emmanuel Wague, untuk "dengan bebas menjalankan bisnis mereka dan memulai kembali kegiatan."

Massa pada Selasa berbondong-bondong pergi ke jalan-jalan di ibu kota untuk merayakan kudeta.

Pada Rabu pagi, Wague membacakan pengumuman pengambilalihan kekuasaan oleh militer, yang berjanji untuk menyelenggarakan pemilihan nasional dalam waktu yang "masuk akal".

Pada Rabu malam, ia mengatakan pegawai negeri juga harus kembali bekerja mulai Kamis, dan bahwa junta mengambil "semua tindakan .. untuk melindungi personel dan harta benda mereka serta tempat kerja mereka."

Sumber: Reuters

Baca juga: Militer Mali janjikan pemerintahan transisi dari sipil setelah kudeta

Baca juga: Pemimpin protes Mali mundur usai dijanjikan pemilu oleh pihak militer
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020