Legislator: Empat konsensus bernegara harus senantiasa diaplikasikan

Legislator: Empat konsensus bernegara harus senantiasa diaplikasikan

Anggota DPR/MPR RI Siti Mukaromah (kiri) saat menyosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan bagi Muslimat-Fatayat Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al Husna, Dusun Citomo, Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2020). ANTARA/HO-Tim Siti Mukaromah

Banyumas (ANTARA) - Empat konsensus bernegara harus senantiasa diaplikasikan oleh masyarakat meskipun berada di wilayah terkecil termasuk lingkungan desa, kata anggota DPR/MPR RI Siti Mukaromah.

"Empat konsensus bernegara itu meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya di Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Ia mengatakan hal itu dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang diikuti Muslimat-Fatayat Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al Husna, Dusun Citomo, Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Banyumas.

Baca juga: Wakil Ketua MPR sampaikan keprihatinan teror terhadap ulama

Menurut dia, Pancasila sebagai dasar negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sudah final, sehingga keberadaannya tidak bisa ditawar-tawar atau digantikan dengan ideologi lain.

Ia mengatakan sebagai warga negara harus menaati aturan-aturan pemerintah dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan, termasuk di dalamnya disiplin dan menjaga kesehatan.

"Persatuan dan kesatuan warga saat sekarang sangat dibutuhkan karena tantangannya makin besar, apalagi di saat situasi pandemik seperti sekarang ini," kata politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII Banyumas-Cilacap tersebut.

Semangat persatuan dan kesatuan tersebut dapat diwujudkan oleh warga melalui gotong royong untuk menanggulangi pandemi COVID-19, katanya.

Baca juga: MPR: Ponpes tempat pelatihan jadi warga negara yang baik

Sementara itu, ia menyampaikan terima kasih kepada para peserta sosialisasi karena mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yakni dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir ketika memasuki lokasi kegiatan serta menjaga jarak dan memakai masker selama mengikuti acara.

"Hal tersebut sangat penting mengingat penyebaran virus corona masih ditemukan di beberapa wilayah, sehingga langkah antisipatif perlu dilakukan," katanya.

Menurut dia, pandemi COVID-19 juga telah berdampak terhadap sektor pendidikan sehingga anak-anak harus mengikuti pembelajaran jarak jauh karena kondisi saat sekarang belum memungkinkan dilakukannya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Dengan demikian, kata dia, upaya untuk mengawal pendidikan bagi anak-anak sangatlah penting karena proses belajar saat sekarang lebih banyak di rumah.

Baca juga: Gus Jazil ajak masyarakat perkuat Pancasila untuk bangun bangsa

"Oleh karena itulah, saat sekarang telah diluncurkan Gerakan Bangkit Belajar (GBB) sebagai upaya membangun kesadaran bersama untuk tetap semangat belajar dan pantang menyerah," katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas H. Darisun juga mengharapkan masyarakat untuk mengimplementasikan empat konsensus bernegara dalam kehidupan sehari-sehari.

"Kami pun mendorong masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di tengah situasi pandemik seperti sekarang ini," katanya. 
Pewarta : Sumarwoto
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020