PMI salurkan bantuan non-tunai untuk korban longsor Lebak dan Bogor

PMI salurkan bantuan non-tunai untuk korban longsor Lebak dan Bogor

Salah seorang warga Kabupaten Bogor yang merupakan korban bencana tanah longsor yang terjadi pada awal 2020 usai mengambil uang tunai di Kantor Pos setempat yang merupakan bantuan dari PMI. (Antara/HO/Humas PMI Pusat)

Bogor, Jabar (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat menyalurkan bantuan senilai Rp2,3 miliar kepada warga yang menjadi korban tanah longsor serta banjir bandang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan Kabupaten Lebak, Banten.

"Untuk jumlah warga korban bencana sebagai penerima manfaat masing-masing mendapatkan uang senilai Rp1 juta baik yang berada di Kabupaten Lebak maupun Bogor," kata Kepala Sub Tanggap Darurat Bencana PMI Pusat Ridwan S Carman melalui sambungan telepon, Sabtu.

Jumlah warga yang mendapatkan bantuan sesuai PKS No.375/Jaryankug/4C/0620. dan Proc/20/04/OX-ID/0026 tanggal 24 Juli 2020, masing-masing sebanyak 1.109 jiwa untuk kedua kabupaten tersebut, sehingga total penerima 2.218 jiwa.

Baca juga: BP2MI amankan 19 calon PMI ilegal dari sebuah apartemen di Bogor

Dana bantuan senilai Rp2.344.980.000 itu sudah masuk sejak 30 Juli 2020 ke rekening Kantor Pos Jakarta Pusat yang kemudian disalurkan kembali ke Kantor Pos Bogor dan Lebak untuk diberikan ke masing-masing penerima manfaat.

Adapun rincian jumlah warga yang mendapatkan bantuan di setiap kecamatan terdampak bencana di Kabupaten Lebak untuk Kecamatan Sajira 386 jiwa, Cimarga 34 jiwa, Cipanas 121 jiwa, Lebakgedong 404 jiwa, Maja 36 jiwa dan Curugbitung 209 jiwa.

Sementara untuk di Kabupaten Bogor di Bantarkaret sebanyak 124, Batu Tulis 30 jiwa, Cisarua 130 jiwa, Curugbitung 84 jiwa, Hambaro 20 jiwa, Malasari 120 jiwa, Nangggung 475 jiwa, Pangkaljaya 91 jiwa dan Parakanmuncang 35 jiwa.

Baca juga: Jusuf Kalla: RS PMI Bogor siap tangani pasien COVID-19

"Penyerahan bantuan tersebut sudah kami lakukan untuk di Kabupaten Lebak dari 6-8 Agustus dan Kabupaten Bogor dari 5-8 Agustus. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan penderitaan warga yang terdampak bencana pada awal 2020," tambahnya.

Ridwan mengatakan sebelum mengucurkan bantuan itu pihaknya sudah melakukan pendataan dan pengecekan lokasi yang berkooordinasi dengan pemerintah mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Data penerima bantuan pun dilakukan beberapa kali verifikasi agar tepat sasaran.

Baca juga: PMI kerahkan helikopter salurkan bantuan untuk korban banjir Bogor
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020