BNI genjot KUR klaster dorong percepatan pemulihan ekonomi

BNI genjot KUR klaster dorong percepatan pemulihan ekonomi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (keempat dari kanan) menyerahkan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI kepada petani di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali pada Sabtu, (22/8/2020). Selain menyalurkan KUR, BNI juga mendorong gerakan One Village One Product (OVOP) agar setiap desa mengembangkan produk unggulannya. (ANTARA/HO-BNI)

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menggenjot realisasi kredit usaha rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM melalui klaster One Village One Product (OVOP) untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"BNI berkomitmen mendukung program ini dengan mendorong produk unggulan dari desa-desa agar mampu bersaing di tingkat global," kata Direktur Bisnis dan UMKM BNI Tambok P. Setyawati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Melalui pola OVOP, bank BUMN ini memberdayakan para petani yang tergabung dalam kelompok atau klaster tani salah satunya petani porang dan bunga gumitir di Bali.

Dalam klaster itu, BNI menyalurkan KUR dan program kemitraan kepada perwakilan debitur sehingga menambah portofolio penyaluran KUR BNI hingga 31 Juli 2020 mencapai Rp9,76 triliun kepada 257.616 penerima di seluruh Indonesia.

Baca juga: BNI kucurkan kredit 2 juta dolar Hong Kong ke eksportir Indonesia

Penyerahan KUR itu diberikan kepada perwakilan kelompok tani dipusatkan di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali pada Sabtu (22/8) serangkaian rapat koordinasi tingkat menteri membahas penguatan UMKM yang diadakan di Pulau Dewata.

Dalam klaster itu, BNI memberikan pendampingan bagi masyarakat desa dalam penentuan produk unggulan, dan fasilitasi produksi menggunakan bantuan permodalan.

Kemudian, perluasan akses pasar, baik melalui pemasaran daring maupun pasar ekspor dengan bantuan kantor cabang luar negeri BNI.

Pelaku UMKM setiap desa didorong menemukan dan mengembangkan produk unggulan yang mempunyai ciri khas, yang berbeda dengan karakteristik produk dari desa lain melalui pola OVOP ini.

Upaya itu juga diharapkan mendukung pemerintah yang membangkitkan kinerja UMKM setelah terdampak pandemi COVID-19 melalui sejumlah stimulus.

Sementara itu, BNI juga memberikan stimulus kepada debitur yang memenuhi ketentuan berupa keringanan bunga, penundaan angsuran pokok, hingga perpanjangan jangka waktu.

Total, per 31 Juli 2020, BNI telah memberikan stimulus kepada 175.215 debitur segmen kecil dan mikro dengan portepel pinjaman sebesar Rp21,17 triliun.

Baca juga: BNI salurkan dana pemerintah Rp9,15 triliun kepada 36 ribu debitur

Potensi bisnis dan jumlah pelaku UMKM di Indonesia yang begitu besar membuat segmen UMKM menjadi fokus BNI dalam melakukan penyaluran kredit dan pemberdayaan.

UMKM menyumbang 99,9 persen dari seluruh usaha, dengan menyerap 97 persen total tenaga kerja nasional, dan berkontribusi 60,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, fokus usaha pelaku UMKM sebagian besar di sektor riil, sehingga diharapkan pemberdayaan UMKM dapat langsung menggerakkan perekonomian dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang terkena dampak pandemi Corona.
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020